SUMATERA SELATAN — Toyota Grand Highlander Hybrid 2026 mencatat konsumsi bahan bakar gabungan 34 mpg versi EPA, tertinggi di kelas SUV tiga baris. Keunggulan itu datang dari mesin 2.5 liter empat silinder yang dipadukan dua planetary gearset dan motor listrik di poros belakang. Namun material plastik keras di kabin membuat pesaing asal Korea seperti Hyundai Palisade Hybrid layak dipertimbangkan.
Pengujian dilakukan di rute jalan raya sepanjang 631 mil dengan kecepatan di atas 70 mph. Komputer perjalanan onboard mencatat rata-rata 30,6 mpg, angka yang tidak bisa disamai pesaing sekelasnya saat ini. Toyota merancang SUV ini bukan dengan trik atau gimmick, melainkan mengandalkan efisiensi bahan bakar, keandalan yang sudah terbukti, dan kabin yang lega.
Mesin Hybrid 245 HP dengan Penggerak Semua Roda
Grand Highlander Hybrid mengusung mesin 2.5 liter empat silinder yang dipasangkan dua planetary gearset sebagai transmisi, ditambah motor listrik di poros belakang untuk penggerak semua roda. Tenaga gabungan mencapai 245 horsepower dan torsi 177 lb-ft.
Powertrain ini terasa halus dan memberikan dorongan instan sejak start berkat torsi motor listrik. Di kecepatan jelajah jalan raya, mesin bensin nyaris tidak terdengar. Pada kecepatan lingkungan perumahan, mesin bensin mati dan tetap mati dalam durasi yang cukup lama.
- Mesin: 2.5 liter empat silinder + motor listrik
- Tenaga gabungan: 245 horsepower
- Torsi: 177 lb-ft
- Transmisi: eCVT (dua planetary gearset)
- Penggerak: semua roda
- Bobot: 4.640 pon
- Kapasitas angkut: 7 atau 8 penumpang
- Kapasitas towing: 3.500 pon
- Ground clearance: 8,0 inci
Konsumsi BBM Jadi Pembeda Utama di Kelasnya
Angka EPA untuk varian penggerak semua roda mencapai 36 mpg kota, 32 mpg jalan raya, dan 34 mpg gabungan. Sepanjang pengujian jalan raya, rata-rata yang tercatat 30,6 mpg. Tidak ada kompetitor yang mampu menyamai capaian ini.
Kabin Grand Highlander memang lega. Baris ketiga cukup besar untuk orang dewasa, bahkan penumpang setinggi 5 kaki 10 inci bisa duduk nyaman. Ada tiga sabuk pengaman di baris belakang, meski menempatkan tiga orang bertubuh besar di sana tetap sulit dibayangkan.
Material Plastik Keras di Dashboard Mudah Tergores
Kualitas material kabin menjadi titik lemah. Plastik keras di atas dashboard bisa tergores hanya dengan kuku jari. Layar sentuh 12,3 inci tampak seperti tablet yang ditempelkan ke dashboard, bukan dirancang menyatu sejak awal.
Sistem Toyota standar tidak mendukung split-screen saat Apple CarPlay aktif. Meski begitu, konektivitas CarPlay berjalan tanpa masalah sepanjang pengujian. Ada satu kabar baik: tombol volume fisik dan kontrol iklim berupa tombol serta knop tetap dipertahankan dengan tata letak yang mudah dijangkau.
Kursi baris kedua dipasang di rel sehingga bisa digeser maju-mundur untuk mengatur ruang kaki. Sayangnya, mekanisme lipat-dan-geser tidak bisa dilakukan saat kursi bayi masih terpasang, berbeda dengan Volkswagen Atlas yang kursinya bisa dimiringkan dan digeser.
Harga Mulai USD 47.205, Nightshade Hybrid Tembus USD 60.071
Grand Highlander Hybrid dibanderol mulai USD 47.205 termasuk biaya pengiriman USD 1.595. Harga itu sekitar USD 1.000 lebih murah dari Hyundai Palisade Hybrid 2026 penggerak semua roda versi dasar.
Unit Nightshade Hybrid yang diuji dengan berbagai opsi, termasuk sunroof panoramik USD 1.350, menembus USD 60.071. Pada level harga itu, Palisade terasa lebih pantas dibandingkan Grand Highlander.
Running board seharga USD 799 pada unit uji terasa tidak berguna karena ground clearance tidak cukup tinggi untuk membutuhkannya. Keberadaannya justru menghalangi saat masuk dan keluar kabin.
Visibilitas Bagus, tapi Tombol Mode Berkendara Mudah Terpencet
Pilar A yang tipis dan kaca tinggi memberikan visibilitas luar biasa. Namun sistem darurat dengan tombol bantuan yang menempel di sisi pengemudi kaca depan dekat spion dalam terasa mengganggu pandangan.
Tombol mode berkendara yang diletakkan di samping cup holder juga sering terpencet tanpa sengaja. Ini masalah ergonomi kecil yang terasa menjengkelkan dalam pemakaian harian.
Ruang kargo tergolong luas, tetapi dasarnya tidak rata. Saat baris ketiga dilipat, lantai kargo melandai ke arah pintu belakang tanpa bibir penahan, sehingga barang mudah berguling keluar saat parkir di tempat miring.
Bagi yang mengutamakan efisiensi bahan bakar, keandalan, dan ruang kabin, Grand Highlander Hybrid sulit ditolak. Tapi jika interior mewah jadi prioritas, pesaing asal Korea menawarkan paket yang lebih meyakinkan.