SUMATERA SELATAN — Amanda Seyfried menolak tawaran menjadi pemeran utama sebuah serial karena perannya menuntut banyak adegan seks. Aktris 40 tahun itu mengaku pandangannya berubah setelah memiliki anak dan kini lebih selektif memilih peran. Berikut alasan lengkap yang ia ungkapkan di sebuah festival film.
Keputusan Amanda Seyfried menolak peran tersebut ia sampaikan dalam diskusi yang dipandu Alec Baldwin di Hamptons International Film Festival, East Hampton, New York, pekan lalu. Bintang "Mean Girls" dan "Mamma Mia!" itu blak-blakan soal batas yang kini ia pasang dalam berkarier.
Bagi Amanda, penolakan itu bukan soal kemampuan berakting. Ia hanya sudah tidak nyaman lagi menjalani adegan intim di depan kamera, apalagi dengan lawan main yang tidak ia kenal secara pribadi.
Alasan Amanda Seyfried Menolak Adegan Seks
Amanda mengaku pernah mendapat tawaran menjadi pemeran utama sebuah serial yang mengharuskannya beradegan seks sepanjang waktu. Ia memilih mundur dari proyek itu.
"Saya pernah menolak sebuah serial yang mengharuskan saya beradegan seks sepanjang waktu. Saya menolaknya karena adegan seks itu," ujar Amanda, seperti dikutip dari People.
"Saya tidak mau melakukannya. Saya merasa tidak nyaman. Saat ini, saya sudah tidak tertarik lagi," tambahnya.
Pandangan yang Berubah Setelah Jadi Ibu
Dahulu, Amanda menganggap adegan seks bukan masalah besar. Ia bahkan sempat menikmatinya sebagai bagian dari pekerjaan.
"Dulu, hal itu bukan masalah besar. Rasanya seperti, 'Hari ini saya bisa berciuman dengan orang yang tampan, dan saya dibayar untuk melakukannya'," tuturnya.
Semua berubah setelah ia menjadi seorang ibu. Amanda kini sadar anak-anaknya memperhatikan apa yang ia lakukan di layar.
"Sekarang saya punya anak-anak yang memperhatikan apa yang saya lakukan," katanya.
Batasan yang Kini Ia Pegang
Amanda memilih menghindari adegan intim yang mengharuskannya tampil tanpa busana bersama orang yang tidak ia kenal. Baginya, usia yang bertambah membuat situasi seperti itu terasa semakin aneh.
"Saya tidak ingin harus menghadapi situasi telanjang bersama orang asing. Semakin bertambah usia, rasanya semakin aneh," jelasnya.
Keputusan ini sejalan dengan sikapnya yang kini lebih selektif memilih peran. Ia tidak lagi menerima tawaran hanya karena proyeknya besar atau bayarannya menarik.
Apa yang Bisa Ibu Pelajari dari Sikap Amanda
Pengalaman Amanda menunjukkan bahwa prioritas seorang ibu bisa berubah seiring bertambahnya peran dalam keluarga. Batasan yang dulu terasa longgar bisa jadi terasa berbeda ketika anak mulai tumbuh dan mengamati.
Bagi ibu yang bekerja di industri apa pun, menetapkan batasan bukan tanda kurang profesional. Justru sebaliknya, itu bentuk kejelasan soal nilai yang ingin ditularkan ke anak.
Amanda sendiri tidak menutup pintu untuk semua peran. Ia hanya memilih proyek yang membuatnya tetap nyaman, sejalan dengan perannya sebagai ibu di rumah.