SUMATERA SELATAN — Sepatu yang terlalu besar atau kekecilan sama-sama bikin anak tidak nyaman saat berlari dan bermain sepanjang hari. Simak panduan memilih alas kaki si kecil, mulai dari membedakan sepatu olahraga dan kasual, melibatkan anak dalam memilih desain, sampai kapan waktu yang tepat menggantinya.
Orangtua kini makin sering membedakan sepatu anak berdasarkan aktivitasnya, bukan sekadar mengikuti model yang sedang tren. Kebiasaan ini muncul karena sepatu lari, sepatu sepak bola, dan alas kaki harian punya peruntukan yang berbeda.
Ayu Kriessanty, Marketing Manager Footwear PT Multitrend Indo Tbk, melihat orangtua sekarang lebih teliti soal fungsi alas kaki anak. Mereka biasanya meminta rekomendasi tim toko untuk menemukan kategori yang paling sesuai.
Kenali Dulu Kategori Sepatu Anak
Sepatu anak umumnya dibagi ke dalam dua kelompok besar. Kategori performance mencakup sepatu lari dan sepak bola yang dirancang menunjang aktivitas olahraga.
Sementara kategori lifestyle menawarkan model kasual seperti Samba Mary Jane untuk melengkapi gaya sehari-hari. Pembagian ini membantu orangtua memilih berdasarkan kegiatan yang paling sering dilakukan anak.
Dengan begitu, keputusan membeli tidak lagi semata-mata soal model yang sedang populer. Fungsi dan kenyamanan tetap jadi pertimbangan utama.
Ajak Anak Ikut Memilih Desain
Anak bisa menyampaikan karakter atau desain yang mereka sukai sebelum orangtua menentukan pilihan. Keterlibatan ini memberi mereka ruang mengenali preferensi gaya sendiri.
Koleksi sepatu dengan karakter populer bisa jadi jalan tengahnya. adidas Kids menghadirkan kolaborasi dengan Pokémon, Disney, dan Care Bears yang memadukan identitas olahraga dengan tokoh favorit anak.
Orangtua tetap perlu memastikan desain menarik itu sejalan dengan kebutuhan pemakaian sehari-hari. Jangan sampai gaya mengalahkan kenyamanan.
Ukuran yang Tepat, Bukan yang Lebih Besar
Ayu menyarankan orangtua tidak memilih sepatu yang terlalu besar maupun terlalu kecil. Membeli ukuran lebih besar dengan harapan sepatu awet lebih lama bukan pilihan tepat jika ukurannya tidak sesuai kaki anak saat ini.
Saat mencoba sepatu, ajak anak berjalan dan berlari kecil di toko. Perhatikan responsnya, termasuk keluhan sepatu terasa sempit atau tidak nyaman.
Keluhan seperti itu jadi sinyal untuk mengevaluasi ukuran. Sepatu yang tidak pas bisa mengganggu kenyamanan anak saat berjalan, berlari, atau mengikuti kegiatan harian.
Kapan Waktu Mengganti Sepatu Anak?
Tidak ada batas waktu pasti untuk mengganti sepatu anak. Masa pakainya bergantung pada seberapa intens penggunaan sehari-hari.
Ayu menyarankan orangtua memantau kondisi sepatu secara berkala dan mempertimbangkan keluhan anak. Pemeriksaan rutin membantu mengetahui apakah sepatu masih sesuai dengan aktivitas dan ukuran kaki anak.
Ragam ukuran sepatu anak di pasaran umumnya menjangkau usia prasekolah hingga menjelang remaja. Untuk ibu yang ingin tampil serasi, tersedia pula pilihan gaya serupa untuk dikenakan bersama anak.
Personalisasi Pakaian untuk Ekspresi Diri
Selain alas kaki, personalisasi pakaian memberi ruang bagi anak mengekspresikan diri. Layanan Made for You memungkinkan pelanggan menambahkan nama, inisial, nomor, atau gambar pada produk apparel.
Pilihannya meliputi Alphabet dan Numeric Stickers, gambar dalam beragam ukuran, serta Player Nameset berupa nama dan nomor pemain. Semua bisa disesuaikan dengan preferensi masing-masing anak.
"Melalui Made for You, adidas Kids memberikan ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi dan menciptakan pakaian yang lebih sesuai dengan kepribadian dan gaya mereka," kata Ayu. Layanan ini saat ini hanya tersedia untuk produk apparel.
Yang Perlu Diperhatikan Saat Mencoba Sepatu
Luangkan waktu cukup saat mencoba sepatu di toko, jangan terburu-buru. Biarkan anak memakai sepatu dengan kaus kaki yang biasa dipakai sehari-hari agar ukurannya lebih akurat.
Perhatikan juga bagian ujung sepatu, apakah jari kaki masih punya ruang gerak. Sepatu yang pas akan membuat anak bergerak leluasa tanpa perlu sering melepas alas kaki.
Jika anak terus mengeluh sakit atau tampak tidak nyaman setelah beberapa kali dipakai, jangan ragu mengevaluasi ukuran. Kenyamanan kaki anak lebih penting daripada sepatu yang dipaksakan dipakai lebih lama.
Memilih sepatu anak pada akhirnya soal menyeimbangkan fungsi, ukuran, dan selera. Libatkan anak dalam memilih desain, tapi tetap pegang kendali soal kenyamanan dan kesesuaian ukuran.