SAMPANG — Kabupaten Sampang menjadi daerah pertama di Pulau Madura yang memiliki gedung Sekolah Rakyat (SR) permanen. Hal ini membuat Pemkab setempat langsung membuka pendaftaran untuk tiga jenjang pendidikan sekaligus pada tahun ajaran 2026-2027.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, menyatakan bahwa kuota yang tersedia sebanyak 90 siswa, terbagi rata untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
Pada angkatan pertama tahun pelajaran 2025-2026, Sampang memutuskan tidak melakukan rekrutmen. Menurut Yuliadi, penyebabnya adalah ketiadaan gedung penampungan sementara, berbeda dengan tiga kabupaten lain di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Bangkalan, yang saat itu sudah lebih siap.
“Sampang menunggu pembangunan gedung selesai dan saat rekrutmen mulai dilakukan pembangunan gedung telah selesai,” jelas Yuliadi di Sampang, Sabtu (13/6).
Kepemilikan gedung permanen ini juga membawa konsekuensi tambahan. Untuk tahun pelajaran 2026-2027, dua SR lainnya di Madura—yakni SR Kabupaten Pamekasan dan Sumenep—akan menumpang sementara di gedung SR Sampang. Hal ini dilakukan hingga proses pembangunan gedung SR di dua kabupaten tersebut rampung.
“Sehingga, para rekrutmen pertama ini, Sampang bisa melakukan rekrutmen tiga tingkatan sekaligus, yakni SD, SMP dan SMA,” ujar Yuliadi.
Sebelumnya, Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menyatakan bahwa SR merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian negara dalam membantu warga miskin dan kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Dengan dimulainya pendaftaran ini, Sampang menjadi barometer bagi daerah lain di Madura dalam merealisasikan program SR secara mandiri dan permanen.