Pemerintah AS Paksa Anthropic Nonaktifkan Claude Mythos 5 dan Fable 5 soal Keamanan Siber

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 03:41:31 WIB
Pemerintah AS memerintahkan penonaktifan dua model AI Anthropic terkait keamanan siber.

SUMATERA SELATAN — Anthropic, perusahaan AI yang dikenal dengan pendekatan keamanan ketatnya, harus mematuhi perintah langsung dari pemerintah Amerika Serikat. Perintah yang diterima pada Jumat (waktu setempat) pukul 17.21 ET itu mewajibkan penonaktifan dua model AI terkuat mereka: Claude Mythos 5 dan Claude Fable 5. Akses ke model-model lain dari Anthropic, seperti Claude Sonnet atau Haiku, tidak terpengaruh oleh keputusan ini.

Dalam pernyataan resmi di blognya, Anthropic menyatakan ketidaksetujuannya. "Kami tidak sepakat bahwa temuan adanya potensi jailbreak yang sempit dan tidak universal seharusnya menjadi alasan untuk menarik model komersial yang telah digunakan oleh ratusan juta orang," tulis perusahaan tersebut. Mereka menegaskan telah mematuhi perintah, namun menganggap langkah pemerintah keliru.

Dua Model AI dengan Tingkat Risiko Berbeda

Mengapa dua model ini dianggap istimewa? Claude Mythos 5 adalah model AI paling canggih milik Anthropic. Kemampuan utamanya: menemukan celah keamanan (vulnerability) di perangkat lunak. Dalam uji coba internal, Mythos 5 berhasil mengidentifikasi kelemahan di setiap sistem operasi besar dan browser web yang diujikan.

Karena potensi bahayanya, Anthropic tidak merilis Mythos 5 secara terbuka. Mereka malah meluncurkan program terbatas bernama Project Glasswing, yang hanya melibatkan sekitar 50 organisasi terpilih, termasuk Amazon, Apple, Google, Microsoft, dan CrowdStrike. Tujuannya murni untuk pertahanan keamanan siber.

Sementara itu, Claude Fable 5 yang baru dirilis tiga hari sebelum perintah penonaktifan adalah versi "jinak" dari Mythos. Anthropic memasang pagar pembatas (guardrails) ketat yang memblokir respons di area berisiko tinggi seperti keamanan siber dan biologi. Menurut benchmark dari Vals AI, Fable 5 langsung menjadi model AI publik paling canggih setelah dirilis.

Akar Masalah: "Jailbreak" yang Dipersengketakan

Pemerintah AS membingkai perintah ini sebagai tindakan kontrol ekspor. Namun, Anthropic mengungkapkan bahwa kekhawatiran sebenarnya berasal dari klaim adanya jailbreak (eksploitasi celah keamanan) pada model Fable 5. Hingga saat ini, Anthropic mengklaim pemerintah hanya memberikan bukti verbal tentang "potensi jailbreak sempit dan tidak universal" yang, menurut mereka, setara dengan meminta model membaca kode tertentu dan mengidentifikasi kelemahan perangkat lunak.

Anthropic berargumen bahwa kemampuan semacam itu sudah tersedia secara luas di model publik lain, termasuk OpenAI GPT-5.5, dan rutin digunakan oleh profesional keamanan siber untuk pertahanan. Mereka juga menekankan bahwa sistem perlindungan terkuat mereka beroperasi melalui pengklasifikasi independen yang terpisah dari model itu sendiri. Artinya, bahkan jika seseorang berhasil membuat Fable 5 terus berbicara setelah penolakan, perlindungan terhadap output paling berbahaya tetap aktif.

Ironi di Balik Pendekatan "Safety-Conscious"

Langkah ini menjadi ironi tersendiri bagi Anthropic. Perusahaan yang dikenal sebagai alternatif yang lebih sadar keamanan dibandingkan pesaingnya, dan yang diprediksi akan melakukan IPO tahun ini, justru menjadi sasaran pengawasan pemerintah yang paling ketat. Kekhawatiran yang mereka bangun sendiri tentang bahaya Mythos 5—yang dipromosikan sebagai model terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik—kini berbalik menghantam mereka.

CEO OpenAI, Sam Altman, sebelumnya sempat mengkritik pendekatan Anthropic. Dalam podcast bersama Ashlee Vance pada April lalu, Altman menyebut penanganan Mythos 5 sebagai "pemasaran berbasis ketakutan." "Jelas ini adalah pemasaran yang luar biasa untuk mengatakan, 'Kami telah membuat bom. Kami akan menjatuhkannya di atas kepalamu. Kami akan menjual tempat perlindungan bom seharga 100 juta dolar,'" ujar Altman.

Altman tidak meramalkan penutupan oleh pemerintah, tetapi ia mengidentifikasi satu hal yang kini menjadi bumerang bagi Anthropic: ketika Anda menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memberi tahu dunia bahwa AI Anda sangat berbahaya, dunia—termasuk pemerintah AS—cenderung mendengarkan. Kini, Anthropic harus menghadapi konsekuensi dari narasi yang mereka bangun sendiri.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top