MUSI RAWAS — Program perbaikan jalan berlubang di Megang Sakti melibatkan lintas elemen, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh agama. Kapolres Mura, AKBP Agung Adhitya Prananta, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul setelah melihat kondisi jalan yang rawan kecelakaan.
Swadaya Warga dan Batu Gunung Jadi Solusi Sementara
Dalam kegiatan tersebut, Polres Mura bersama masyarakat dan tokoh setempat menambal lubang-lubang di badan jalan menggunakan batu gunung. Kapolres mengakui metode ini sederhana, namun menjadi langkah awal yang konkret.
“Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak terhadap perbaikan jalan umum Megang Sakti, harapannya kegiatan ini dapat berkesinambungan, walau sederhana, kami hanya mampu menambal jalan yang berlubang dengan batu gunung, mudah-mudahan dengan kegiatan ini, dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut,” jelas AKBP Agung Adhitya Prananta.
Wabup dan NU Apresiasi Inisiatif Polres Menjelang Hari Bhayangkara
Wakil Bupati Mura, H Suprayitno, yang hadir bersama Ketua NU Mura, KH M Munir Fatoni, dan Anggota DPRD Mura Fraksi Partai Demokrat, Siswantoro, mengapresiasi gerakan gotong royong ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Mudah-mudahan di hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 ini, Polri khususnya Polres Mura semakin dicintai masyarakat,” ucap Wabup.
Mengapa Jalan Megang Sakti Jadi Prioritas?
Jalan umum di Dusun IV Kelurahan Megang Sakti selama ini dikenal sebagai titik rawan laka lantas. Kondisi aspal yang mengelupas dan lubang di tengah jalan kerap membahayakan pengendara, terutama saat malam hari atau hujan turun. Program Belida yang digagas Kapolda Sumsel Irjen Dr Sandi Nugroho memang menyasar langsung