SUMATERA SELATAN — Pasar laptop Windows sedang tidak dalam kondisi terbaik. Istilah "RAMageddon" — merujuk pada kenaikan harga RAM global — membuat banyak produsen kesulitan menawarkan nilai yang kompetitif. Namun, Lenovo mencoba melawan arus dengan jajaran laptop Snapdragon X2 terbaru. Setelah menghabiskan waktu dengan Yoga Slim 7x dan IdeaPad Slim 5x, ada beberapa temuan penting yang layak diketahui sebelum Anda memutuskan beli.
Lenovo mengirimkan unit Yoga Slim 7x dalam konfigurasi tertinggi: Snapdragon X2 Elite 4,70 GHz, RAM 32 GB, dan SSD 1 TB. Laptop ini terasa jauh lebih responsif dibanding pendahulunya, Microsoft Surface Laptop dengan Snapdragon X generasi pertama. Menu Windows meluncur cepat, dan Google Chrome juga terasa lebih lincah.
Sementara itu, IdeaPad Slim 5x hadir sebagai varian lebih terjangkau dengan Snapdragon X2 Plus dan RAM 16 GB. Meski spesifikasinya lebih rendah, pengalaman pertama menggunakannya tetap impresif. Kedua laptop ini membawa layar OLED 14 inci 120Hz yang terang dan vibrant — sesuatu yang hanya bisa Anda dapatkan di lini Pro MacBook Apple.
Salah satu ujian paling berat untuk laptop Windows adalah Adobe Premiere Pro. Penulis sebelumnya beralih ke MacBook Air M5 karena frustrasi menunggu ekspor video 1 menit yang bisa memakan waktu 10-15 menit di laptop Windows lama. Hasil pengujian di Yoga Slim 7x cukup menggembirakan.
Video 1 menit dengan transisi dan penyesuaian kecepatan berhasil diekspor dalam waktu sekitar 3 menit saat laptop dalam mode "Balanced" dan menggunakan baterai. Angka ini masih kalah dari MacBook Air M5 yang hampir instan, tapi ini peningkatan drastis dari generasi pertama Snapdragon X. Untuk penggunaan sehari-hari, waktu ini sudah sangat acceptable.
Dari sisi baterai, Yoga Slim 7x mampu bertahan seharian penuh dengan mudah. Mode standby juga luar biasa: setelah seminggu dalam mode sleep, baterai hanya berkurang sekitar 15 persen. Saat menggunakan mode hemat daya, kipas jarang menyala — tapi begitu dicolok charger atau beralih ke mode performa, kipas langsung meraung. Ini menandakan tenaga yang ditahan oleh mode hemat daya cukup besar.
Layar OLED 14 inci 120Hz menjadi nilai jual utama. Dibanding MacBook Air M5 yang masih 60Hz, Lenovo unggul di sektor ini. Desainnya juga ringkas — tidak jauh lebih besar dari MacBook Air, dan lebih kecil dari MacBook Pro. Harga juga jadi poin plus: varian Yoga Slim 7x dengan Snapdragon X2 Elite + RAM 32GB + SSD 1TB kini dijual di bawah USD 1.500 (sekitar Rp 24,7 juta) saat promo. Bandingkan dengan Samsung Galaxy Book terbaru yang harganya jauh lebih tinggi.
Dua kekurangan mencolok ditemukan. Pertama, trackpad masih menggunakan model "diving board" — mekanis, bukan haptic. Setelah terbiasa dengan Surface atau MacBook, trackpad ini terasa kurang premium. Kedua, speaker meski menghadap ke atas, suaranya masih terdengar sedikit pecah atau "muddy". Untuk laptop di kisaran harga ini, kualitas audio seharusnya bisa lebih baik.
Lenovo Yoga Slim 7x mulai dari USD 1.199 (sekitar Rp 19,8 juta) untuk varian Snapdragon X2 Plus, RAM 16GB, dan SSD 512GB. Varian tertinggi yang diuji dibanderol USD 1.799 (sekitar Rp 29,7 juta). Sementara itu, IdeaPad Slim 5x dijual mulai USD 849 (sekitar Rp 14 juta). Kedua laptop sudah tersedia di pasar global; belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Jika Anda pengguna Windows yang selama ini menahan diri untuk upgrade karena khawatir performa atau harga, jajaran Snapdragon X2 Lenovo layak dipertimbangkan. Yoga Slim 7x cocok untuk kreator konten yang butuh layar OLED dan performa ekspor video yang memadai tanpa harus pindah ke macOS. IdeaPad Slim 5x adalah opsi tepat untuk pekerja kantoran atau mahasiswa yang menginginkan laptop ringan, baterai tahan lama, dan harga terjangkau.
Di tengah RAMageddon, Lenovo membuktikan bahwa laptop Windows yang powerful dan masuk akal secara harga masih ada. Tapi jika prioritas utama Anda adalah ekspor video super cepat atau trackpad haptic premium, MacBook Air M5 mungkin tetap jadi pilihan lebih baik.