SUMATERA SELATAN — Program bantuan pangan dari Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menjadi perhatian publik seiring berjalannya penyaluran tahap ketiga. Agustus menjadi bulan penting karena proses pencairan tengah berlangsung untuk mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yaitu Juli hingga September 2026. Masyarakat diimbau cermat membedakan informasi resmi dari kabar yang belum tentu benar.
Desil 1 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dan menjadi prioritas utama penerima. Sementara itu, kelompok desil 2 dan 3 juga berpotensi masuk daftar penerima jika memenuhi kriteria ekonomi yang ditetapkan. Perubahan data kependudukan dan kondisi ekonomi bisa memengaruhi status penerimaan setiap periode.
1. Kunjungi laman resmi cekbansos.kemensos.go.id melalui browser ponsel atau komputer. 2. Masukkan nomor induk kependudukan (NIK) sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta nama lengkap yang tertera. 3. Ketik kode captcha yang muncul pada layar untuk verifikasi keamanan. 4. Klik tombol "Cari Data" dan tunggu sistem menampilkan hasilnya.
Alternatif lain, unduh aplikasi "Cek Bansos" dari Google Play Store atau App Store. Setelah terpasang, lakukan registrasi menggunakan NIK dan masukkan alamat sesuai KTP. Seluruh proses pengecekan ini tidak dipungut biaya apa pun.
Dana BPNT tidak diberikan secara tunai melainkan masuk ke rekening bank Himbara atau bank-bank lain yang ditunjuk. Penerima dapat membelanjakan bantuan untuk membeli bahan pangan di warung atau e-warong yang bekerja sama dengan pemerintah. Jenis komoditas yang bisa dibeli meliputi beras, telur, daging, serta kebutuhan pokok lainnya sesuai ketentuan daerah.
Jika menemui kendala dalam pengecekan atau memiliki pertanyaan seputar status penerimaan, masyarakat dapat menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing atau memanfaatkan layanan pengaduan Kemensos melalui telepon di 1500-771. Informasi resmi juga dapat diakses melalui akun media sosial dan situs web kementerian.