PALEMBANG — Cuaca berawan diprakirakan menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera Selatan sepanjang Sabtu, 12 September 2026. BMKG mencatat kondisi udara kabur turut berpotensi muncul di sejumlah titik, dengan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai.
Informasi tersebut mengacu pada prakiraan cuaca yang dipublikasikan di laman resmi BMKG, bmkg.go.id. Warga diminta mencermati kondisi ini, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi hingga siang hari.
Ogan Komering Ulu: Berawan dengan Suhu 24–33 Derajat Celsius
Di wilayah OKU, cuaca berawan diperkirakan bertahan sepanjang hari. Suhu udara berkisar 24–33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 46–95 persen.
Rentang suhu tersebut tergolong normal untuk wilayah dataran Sumsel pada September. Kelembapan yang menyentuh angka 95 persen pada waktu tertentu membuat udara terasa lebih lembap, khususnya pada dini hari dan menjelang pagi.
Ogan Komering Ilir: Udara Kabur Masih Berpotensi
Berbeda dari OKU, OKI diprakirakan mengalami udara kabur. Suhu di wilayah ini juga berkisar 24–33 derajat Celsius, dengan kelembapan lebih tinggi, yakni 46–98 persen.
Kondisi udara kabur biasanya berkaitan dengan partikel halus yang tertahan di lapisan bawah atmosfer. Bagi pengendara, jarak pandang yang berkurang perlu diantisipasi dengan menyalakan lampu kendaraan dan menjaga kecepatan.
Apa Dampaknya bagi Warga Palembang dan Sekitarnya?
Palembang termasuk wilayah yang turut disebut berpotensi mengalami udara kabur. Aktivitas warga di pagi hari, seperti berangkat kerja atau mengantar anak sekolah, sebaiknya tetap memperhatikan kondisi jarak pandang di jalan.
Warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan dianjurkan mengurangi paparan luar ruangan terlalu lama. Masker sederhana bisa membantu menekan risiko saat kualitas udara menurun.
Pantau Pembaruan Resmi BMKG
Prakiraan ini bersifat harian dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. BMKG memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui laman resminya.
Warga Sumsel disarankan mengecek pembaruan sebelum merencanakan perjalanan atau kegiatan luar ruangan. Perubahan arah angin dan kelembapan bisa menggeser sebaran udara kabur dari satu kabupaten ke kabupaten lain dalam hitungan jam.