ISPA di Palembang Capai 115.020 Kasus Sepanjang 2026, Tertinggi dalam 3 Tahun Akibat Kabut Asap

Penulis: Nasrul Effendi  •  Selasa, 08 September 2026 | 16:31:31 WIB
Warga melintas mengenakan masker di tengah kabut asap yang menyelimuti Palembang, Sumatra Selatan.

PALEMBANG — Kualitas udara di Palembang yang masuk kategori tidak sehat mulai berdampak nyata pada kesehatan warga. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 159, sementara kasus ISPA harian tembus 655 kasus per hari.

Data kumulatif DPRD Kota Palembang menunjukkan total 115.020 kasus ISPA terhitung sejak Januari hingga Agustus 2026. Angka ini disebut menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat agar tidak menganggap remeh bahaya kabut asap.

Kelompok Rentan Paling Berisiko Terpapar Kabut Asap

Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling rentan terdampak buruknya kualitas udara. Mereka diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi belum membaik.

"Jangan sampai menunggu korban bertambah," tegas Syaiful.

Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang disarankan. Gejala awal seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas tidak boleh diabaikan.

Pemkot Palembang Terapkan PJJ Mulai Rabu 9 September 2026

Kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga memaksa aktivitas sekolah dialihkan ke rumah. Pemerintah Kota Palembang resmi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Rabu (9/9/2026) berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 33 Tahun 2026.

Keputusan ini diambil setelah rapat yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan RSUD Palembang BARI pada Selasa (8/9/2026). Syaiful menilai langkah ini menjadi antisipasi untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap siswa.

"Alhamdulillah hasil rapat dengan Diknas, Dinkes dan Rumah Sakit BARI hari ini, Wali Kota Palembang dalam Surat Keputusan Wali Kota Nomor 33 Tahun 2026 menyampaikan mulai besok, Rabu (9/9/2026), Palembang melaksanakan PJJ," kata Syaiful.

Warga Diminta Segera Periksa ke Puskesmas Jika Alami Gejala

Syaiful mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda mendapatkan pertolongan medis ketika gejala gangguan pernapasan mulai dirasakan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat menjadi tujuan utama pemeriksaan.

"Kalau mengalami batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga sesak napas, segera periksakan diri ke Puskesmas," ujarnya.

Ia juga mengimbau warga terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti arahan pemerintah. Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama di tengah ancaman kabut asap karhutla yang masih melanda wilayah Sumatera Selatan.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: sumsel.jarrakpos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top