SUMATERA SELATAN — Data yang menumpuk di dashboard tidak otomatis membuat keputusan bisnis lebih tajam. Banyak profesional tahu cara membaca laporan, tapi berhenti di situ — belum bisa mengubahnya jadi rekomendasi yang punya dampak nyata ke bisnis. Di titik inilah business acumen jadi pembeda.
Business acumen adalah kemampuan memahami cara sebuah bisnis bekerja secara menyeluruh: bagaimana customer, value, revenue, cost, dan profit saling terkait, serta bagaimana setiap keputusan punya konsekuensi finansial. Skill ini yang membuat seseorang bisa menilai apakah sebuah solusi sepadan dengan biaya, risiko, dan trade-off yang menyertainya — bukan sekadar menjalankan tugas.
Kelas ini menyasar satu masalah praktis: banyak orang sering diminta memberi rekomendasi solusi berbasis data, tapi belum yakin cara menyampaikannya dari perspektif business impact. Padahal, keputusan yang salah baca KPI bisa berujung pada alokasi biaya yang tidak efisien atau peluang revenue yang terlewat.
Peserta akan dilatih memahami fundamental business model, cara membaca KPI dan business metrics, hingga menganalisis business case dari sisi cost-benefit dan risiko. Materi ini menyambung langsung dengan pekerjaan harian: menilai apakah sebuah inisiatif layak dijalankan, berapa biayanya, dan apa risikonya.
Kelas ini terbuka untuk fresh graduate, profesional, team leader, manager, business development, marketer, hingga pemilik bisnis yang ingin mengasah cara berpikir strategis. Semua latar ini punya satu kebutuhan sama: mengambil keputusan yang berdasar data, bukan sekadar intuisi.
Kelas berlangsung dalam satu sesi Rabu, 23 September 2026 secara online. Harga tiketnya Rp125.000. Peserta mendapat e-sertifikat detikcourse, video recording kelas, insight langsung dari expert, career tips, hingga kesempatan dipublikasikan di artikel detikcom.
Untuk profesional yang ingin keputusan bisnisnya lebih berdasar data dan berdampak nyata, kelas business acumen ini bisa jadi langkah awal yang tepat. Pendaftaran dibuka melalui detikevent.