SUMATERA SELATAN — Jadwal tayang film ini bisa berbeda tergantung kota dan bioskop. Penonton dapat mengecek jadwal terbaru melalui aplikasi TIX ID, M.Tix, atau aplikasi resmi jaringan bioskop sebelum membeli tiket.
Sinopsis: Ustaz Adam dan Misteri Gangguan Gaib pada Fitri
Cerita berpusat pada Ustaz Adam, seorang praktisi ruqyah dan pengajar agama yang kerap membantu orang menghadapi gangguan makhluk gaib. Hidupnya berubah drastis setelah kecelakaan merenggut nyawa istrinya, Aini.
Adam memilih meninggalkan praktik ruqyah dan menjalani hidup tertutup. Ia bergulat dengan trauma dan kesedihan mendalam. Situasi berubah ketika Anwar, diperankan Dimas Aditya, datang meminta pertolongan untuk Fitri, seorang perawat yang mengalami gangguan misterius.
Adam awalnya ragu menolong. Namun, pesan dari mendiang istrinya perlahan menggerakkan hatinya. Gangguan yang dialami Fitri ternyata jauh lebih rumit dari perkiraan, dan jejak misteri mengarah pada Mansur, ayah Fitri yang diperankan Donny Damara.
Kru Produksi dan Sentuhan Budaya Lokal
Guntur Soeharjanto duduk sebagai sutradara, dengan naskah yang ditulis M. Ali Ghifari. Oswin Bonifanz bertindak sebagai produser. Durasi film mencapai 103 menit dan mendapat klasifikasi usia D17, yang berarti cocok untuk penonton berusia 17 tahun ke atas.
Adaptasi ini tidak sekadar memindahkan cerita asli Malaysia ke Indonesia. Unsur budaya lokal dihadirkan lewat kehidupan masyarakat desa, praktik ruqyah, hingga nuansa mantra Jawa kuno. Pendekatan ini membuat atmosfer cerita terasa lebih dekat dengan penonton Tanah Air.
Pemeran: Arya Saloka dan Acha Septriasa di Peran Intens
Arya Saloka memerankan Ustaz Adam, sosok religius yang tetap punya sisi rapuh karena kehilangan besar. Pergulatan antara iman, trauma, dan tanggung jawab menjadi inti perjalanan karakternya.
Acha Septriasa tampil sebagai Fitri, perawat yang mengalami teror gaib dan perubahan perilaku intens. Aktingnya menjadi salah satu kekuatan film, terutama saat mengontrol ekspresi dan gerakan tubuh dalam adegan kerasukan yang mengandalkan efek praktikal ketimbang CGI.
Nova Eliza turut memperkuat cerita lewat karakter Zulfa yang menghadirkan nuansa ambigu.
Kesan Awal: Atmosfer Lokal yang Kuat di Tengah Plot yang Melemah
Sebagai remake, film ini menghadapi tantangan besar karena versi asli Malaysia punya penggemar dan identitas kuat di genre horor religi. Versi Indonesia perlu menghadirkan ciri khas agar tidak sekadar meniru pendahulunya.
Ketegangan dalam film tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga muncul lewat proses ruqyah dan konfrontasi antara Adam dan Fitri. Arya Saloka tampak natural sebagai ustaz yang masih bergulat dengan trauma, sementara Acha Septriasa menjadi kekuatan utama lewat penampilan intensnya.
Meski plot terasa melemah menjelang klimaks, atmosfer lokal, akting para pemain, misteri keluarga, dan unsur ruqyah membuat film ini tetap menarik bagi pencinta horor Indonesia yang mencari tontonan berbeda di pekan pertama September 2026.