Program Community Involvement and Development (CID) Pertamina EP Limau Field mendampingi 12 perempuan pembatik di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, melalui Rumah Kreatif Boek Khaman sejak 2023. Pendampingan mencakup pelatihan tata kelola keuangan hingga perluasan akses pasar, dengan produksi kini mencapai 200 lembar kain per bulan dan omzet Rp20 juta hingga Rp30 juta. Program dijadwalkan berjalan hingga 2027 dengan strategi exit menuju kemandirian kelompok.
MUARA ENIM — Sebanyak 12 perempuan di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menggantungkan penghasilan dari membatik di Rumah Kreatif Boek Khaman. Aktivitas itu berjalan sejak 2021, jauh sebelum Pertamina EP (PEP) Limau Field masuk membawa program pendampingan pada 2023.
Salah satunya Ira (42). Sebelum membatik, ia hanya mengandalkan penghasilan suaminya, Sandra Sugianto (52), yang bekerja sebagai buruh kebun karet. Pendapatan dari mengurus kebun milik orang lain berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan dan tidak menentu.
Ira sempat berjualan kue untuk menambah pemasukan keluarga saat pandemi COVID-19. Tambahan itu tetap belum cukup. Tawaran dari Ketua Kelompok Batik Boek Khaman Etika Oktasari pada 2021 membuka jalan lain.
Ira belajar membatik secara bertahap, lalu menularkan keterampilan itu kepada putrinya, Syafira Dese Novianti (22), dan perempuan-perempuan lain di desa. Hasilnya, Syafira kini berhasil meraih gelar sarjana.
Pada hari biasa, Ira membatik dari siang hingga sore setelah urusan rumah tangga selesai. Ketika pesanan menumpuk, ia bersama 11 pembatik lain bekerja sejak fajar hingga matahari terbenam.
Setiap pembatik kini mengantongi penghasilan Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan. Jika pesanan melonjak, pendapatan mereka bisa menyentuh Rp5 juta per bulan.
PEP Limau Field — bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4) — memberikan pendampingan komprehensif. Cakupannya meliputi pelatihan tata kelola keuangan, administrasi kelompok, strategi penjualan, pembuatan batik ecoprint, hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Perusahaan juga membantu perbaikan sarana dan prasarana, branding, pengemasan produk, serta perluasan akses pasar. Pendampingan tidak berhenti pada produksi batik, tetapi merambah unit usaha UMKM berupa olahan pangan dan buah tangan.
Hingga kini, enam UMKM telah bergabung di dalam Rumah Kreatif Boek Khaman. Kapasitas produksi kelompok mencapai sekitar 200 lembar kain batik setiap bulan dengan omzet penjualan Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan.
Program pemberdayaan ini meraih penghargaan Gold kategori Economic Empowerment pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026. Kategori tersebut diberikan kepada instansi yang dinilai berhasil memperkuat ketahanan ekonomi dan mata pencaharian komunitas melalui program berkelanjutan dan inklusif.
Selain itu, program ini meraih penghargaan Best Program Kategori Ekonomi pada ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Forum tersebut menjadi ajang apresiasi program pengembangan masyarakat di lingkungan Pertamina Subholding Upstream.
Program CID di Rumah Kreatif Boek Khaman dijadwalkan berjalan hingga 2027. PEP Limau Field telah menyusun strategi pendampingan untuk memastikan kelompok masyarakat ini mandiri saat program berakhir.
"Melalui dukungan terhadap Rumah Kreatif Boek Khaman, Pertamina EP Limau Field ingin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan sekelompok perempuan mampu menggerakkan perekonomian berkelanjutan di sebuah wilayah. Kami ingin memastikan semangat mereka tidak padam dan menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lain di sekitar wilayah operasi kami," kata Manager CID PHR Iwan Ridwan Faizal.
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Zona ini mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yakni PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota (Prabumulih dan Palembang) serta sembilan kabupaten di Sumatera Selatan.