IHSG Melejit 4,91% ke 5.439, Sektor Transportasi dan Energi Jadi Motor Penggerak

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 09:06:01 WIB
IHSG ditutup menguat 4,91% ke level 5.439,25 pada perdagangan Jumat (23/10/2026).

SUMATERA SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (23/10/2026) dengan lonjakan 4,91% ke level 5.439,25. Penguatan indeks sepanjang pekan ditopang saham transportasi, energi, dan infrastruktur yang masing-masing menguat 9,02%, 6,37%, dan 5,68%.

Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan mencapai 207,59 miliar saham sepanjang pekan dengan nilai transaksi Rp102 triliun. Frekuensi jual-beli terjadi sebanyak 9,88 juta kali, menandakan likuiditas pasar yang tebal di tengah tren penguatan.

Posisi tertinggi IHSG sepekan nyaris disentuh di level 5.455,21, sementara titik terendah sempat jatuh ke 4.907,37 pada perdagangan Senin pagi. Rentang pergerakan hampir 550 poin itu menunjukkan volatilitas yang lebar sebelum indeks akhirnya menutup pekan di zona hijau.

Saham Transportasi Memimpin dengan Penguatan 9,02%

Sektor transportasi menjadi bintang dengan kenaikan 9,02% dalam sepekan, disusul energi 6,37% dan infrastruktur 5,68%. Ketiga sektor menopang hampir seluruh penguatan indeks, sementara sektor lain bergerak lebih terbatas.

Dominasi aksi beli tercermin dari volume transaksi yang menembus 207,59 miliar saham. Nilai transaksi Rp102 triliun dalam sepekan menempatkan pasar modal Indonesia pada level aktivitas yang relatif tinggi dibanding rata-rata harian.

Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (26/10/2026)

Sejumlah sekuritas merilis rekomendasi saham untuk perdagangan awal pekan, dengan fokus pada saham-saham yang berada dalam tren naik (uptrend) dan berpotensi melanjutkan momentum bullish. Pemilihan saham cenderung diarahkan pada emiten yang sudah menunjukkan kekuatan harga konsisten.

Investor perlu mencermati level resistensi terdekat di 5.455,21 yang menjadi titik tertinggi pekan lalu. Penembusan level itu berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan, sementara kegagalan bertahan di atas 5.439,25 bisa memicu aksi ambil untung jangka pendek.

Sentimen Penggerak dan Risiko yang Perlu Dicermati

Penguatan IHSG sepekan terakhir berlangsung di tengah volume transaksi yang tebal, indikasi partisipasi pelaku pasar yang cukup luas. Namun rentang pergerakan 4.907-5.455 dalam sepekan menunjukkan pasar masih sensitif terhadap sentimen jangka pendek.

Bagi investor jangka pendek, disiplin pada level stop loss menjadi kunci mengingat volatilitas indeks yang lebar. Sementara investor jangka menengah dapat memanfaatkan momentum untuk mengakumulasi saham-saham di sektor transportasi, energi, dan infrastruktur yang menunjukkan kekuatan relatif.

Rekomendasi saham hari ini bersifat jangka pendek dan perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor. Perdagangan Senin (26/10/2026) akan menjadi ujian apakah momentum penguatan pekan lalu berlanjut atau justru berbalik arah.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top