TNI AU Guyur Hujan Buatan ke 7 Kabupaten-Kota Sumsel, Karhutla di Lahan Gambut Mulai Terkendali

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:01:02 WIB
Pesawat TNI AU melakukan penyemaian awan untuk modifikasi cuaca guna menekan perluasan titik api karhutla di Sumsel.

PALEMBANG — Operasi modifikasi cuaca digelar untuk menekan perluasan titik api di kawasan gambut yang terdampak. Tiga pesawat TNI AU diterbangkan, yakni satu C-130 Hercules dan dua CASA C-212, ditambah dua pesawat BNPB pengangkut bahan semai.

Bahan semai yang digunakan berupa natrium klorida (NaCl) dan dry ice atau es kering. Penyemaian awan dilakukan setelah analisis meteorologi dari BMKG dan penyiapan bahan oleh BRIN.

Wilayah yang Sudah Diguyur Hujan Buatan

Hujan hasil modifikasi cuaca terpantau turun di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Muara Enim, serta Kota Palembang. Tujuh wilayah itu masuk daftar sasaran operasi sejak hari pertama.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menyebut operasi ini bagian dari upaya terpadu lintas instansi. Fokus utamanya kawasan gambut yang paling terdampak karhutla.

"Operasi ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut terdampak," kata Feri, Selasa (27/10/2026).

Pesawat Angkut Tetap Disiagakan

Selain penyemaian awan, TNI AU memantau perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer sebagai bahan pertimbangan operasi lanjutan. Pesawat angkut disebut tetap siaga di wilayah terdampak.

Menurut Feri, hujan yang turun diharapkan menjaga kelembapan lahan gambut. Lahan gambut yang lembap lebih sulit menyebarkan api ke area baru.

"TNI AU terus mendukung upaya mitigasi karhutla di Sumatera Selatan. Hujan yang turun diharapkan membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mendukung upaya pengendalian kebakaran di wilayah terdampak," ujar Feri.

Kolaborasi Lima Instansi di Balik Operasi

Operasi modifikasi cuaca melibatkan TNI AU, BMKG, BRIN, BNPB, dan pemerintah daerah. Pembagian kerjanya mencakup penyediaan pesawat dan personel, analisis meteorologi, penyiapan bahan semai, hingga koordinasi pelaksanaan di lapangan.

Dua pesawat BNPB bertugas membawa bahan semai ke titik penyemaian. Sementara pesawat TNI AU mengangkut personel dan peralatan pendukung operasi.

Pelaksanaan operasi berjalan sejak Senin (26/10/2026) dan masih berlanjut. Evaluasi cuaca harian akan menentukan apakah penyemaian awan ditambah di wilayah lain.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: beritasatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top