SUMATERA SELATAN — Daisuke Sato angkat bicara terkait polemik kontraknya dengan Persib Bandung yang berujung pada sanksi dari FIFA. Pemain berdarah Filipina itu menegaskan bahwa ia sempat diminta untuk menutup rapat perselisihan tersebut dari publik.
Klaim Daisuke Soal Instruksi Tutup Mulut
Sato mengaku mendapat permintaan khusus dari manajemen Persib agar tidak membawa masalah kontrak ke ranah publik. Menurutnya, instruksi itu disampaikan saat proses negosiasi masih berlangsung.
"Mereka minta saya diam, tidak bicara ke media soal masalah ini. Tapi ini sudah menyangkut hak saya sebagai pemain," kata Sato dalam sebuah wawancara, tanpa menyebut secara rinci kapan permintaan itu disampaikan.
Sanksi FIFA dan Dampaknya ke Persib
Persib Bandung sebelumnya mendapat hukuman dari FIFA terkait sengketa kontrak dengan Sato. Federasi sepak bola dunia itu menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru kepada Persib sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran kontrak.
Kasus ini bermula dari pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan Persib terhadap Sato. Pemain berusia 34 tahun itu kemudian menggugat klub ke FIFA dan memenangkan kasus tersebut.
Kronologi Sengketa yang Berlarut
Daisuke Sato bergabung dengan Persib pada awal musim 2023. Namun, hubungan dengan klub mulai merenggang setelah ia jarang dimainkan dan akhirnya kontraknya diputus sebelum masa berlaku habis.
Pemain yang juga memperkuat Timnas Filipina itu merasa haknya sebagai pemain profesional tidak dipenuhi. Ia pun memilih jalur hukum dengan melaporkan Persib ke badan sepak bola dunia.
Respons Publik dan Dampak ke Klub
Publik sepak bola Indonesia ramai menanggapi pengakuan Sato ini. Banyak yang menyayangkan langkah Persib yang disebut mencoba menyelesaikan masalah secara tertutup tanpa transparansi.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persib Bandung belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim terbaru Daisuke Sato. Sanksi FIFA sendiri masih membayangi langkah klub di bursa transfer mendatang.