LUBUKLINGGAU — Suasana santai dan kebersamaan mewarnai program Sambang Kopi Keliling (Bang Kopling) yang digelar Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lubuklinggau di Terminal Kalimantan. Bukan sekadar minum kopi, kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan warga untuk memperkenalkan layanan darurat Call Center 110.
Polisi Ngopi Bareng, Warga Bisa Curhat Langsung
Kepala Satuan Binmas Polres Lubuklinggau, AKP Nyoman Sutrisno, mengatakan program ini dirancang sebagai platform dialog yang efektif. "Ini adalah ruang di mana kami bisa mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga. Kami juga ingin memastikan masyarakat tidak segan memanfaatkan Call Center 110 untuk melaporkan gangguan kamtibmas atau situasi darurat lainnya," ujarnya.
Acara yang mengusung tema "Ngopi Bersama Masyarakat Linggau Juara, Santai Semakin Dekat dengan Polisi" ini melibatkan berbagai elemen. Mulai dari masyarakat umum, pelaku usaha lokal, hingga pengemudi angkutan umum yang beraktivitas di sekitar terminal.
Call Center 110: Jalur Cepat Laporan Warga, Gratis 24 Jam
Personel Sat Binmas secara aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kamtibmas yang kondusif. Mereka juga gencar menyosialisasikan fungsi Call Center Polri 110 sebagai jalur cepat pelaporan tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, atau situasi darurat lainnya. Layanan ini siaga 24 jam dan bebas biaya.
Program Bang Kopling merupakan wujud nyata implementasi Polri Presisi yang menekankan pendekatan dialogis, edukatif, dan partisipatif. Polisi berupaya hadir lebih akrab di tengah warga, menyerap aspirasi, serta memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polda Sumsel: Keamanan Tanggung Jawab Kolektif
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa program kedekatan sosial seperti Bang Kopling adalah bukti nyata transformasi pelayanan Polri yang semakin responsif. "Kami berkomitmen penuh mendukung program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, melalui penguatan stabilitas keamanan, ketahanan sosial, dan pelayanan publik yang lebih responsif," kata Kombes Nandang.
Ia menambahkan, "Bang Kopling membuktikan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendengarkan, melayani, dan mencari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat."
AKP Nyoman menekankan, keamanan adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi dari semua pihak. Pendekatan persuasif dan humanis yang konsisten, menurutnya, akan mendorong partisipasi aktif warga dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Melalui Bang Kopling, Polda Sumsel berharap tercipta komunikasi yang lebih erat dan sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.