Pencarian

Wamenag Dorong Gontor Ambil Peran Global di Usia 100 Tahun, Tak Cukup Hanya untuk Indonesia

Sabtu, 20 Juni 2026 • 17:27:01 WIB
Wamenag Dorong Gontor Ambil Peran Global di Usia 100 Tahun, Tak Cukup Hanya untuk Indonesia
Wamenag dorong Gontor memperluas peran global di usia 100 tahun.

SUMATERA SELATAN — Pernyataan tersebut disampaikan Wamenag yang akrab disapa Romo Syafi'i saat membuka acara yang digelar Forum Pesantren Alumni Gontor dan Forum Masyarakat Alumni Gontor. Ia menilai nama besar Gontor di kancah internasional merupakan amanah yang harus dijawab dengan program-program berdimensi global.

“Saya bertemu teman-teman di luar negeri, kalau bicara pesantren, mereka menjawab Gontor. Artinya, Gontor dan Indonesia sudah sulit dipisahkan,” kata Romo Syafi'i dalam sambutannya.

Reputasi Global yang Sudah Terbangun

Menurut Wamenag, reputasi Gontor telah melampaui batas-batas geografis Indonesia. Pesantren yang berlokasi di Ponorogo, Jawa Timur, ini dinilai telah menjadi ikon pendidikan Islam yang dikenal di berbagai negara.

Ia menekankan bahwa nama besar tersebut harus diikuti dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia, bukan hanya untuk kepentingan nasional. “Gontor tidak lagi hanya untuk Indonesia, tapi sudah harus mendunia,” ujarnya.

Peran Gontor Melampaui Fungsi Pendidikan

Romo Syafi'i menyoroti bahwa program-program yang dijalankan Gontor selama ini telah melampaui fungsi pendidikan semata. Pesantren tersebut juga aktif dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Apa yang saya lihat, program-program di Gontor menjawab kebutuhan yang memang harus hadir di tengah masyarakat,” katanya. Ia menilai hal ini menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan ke tingkat global.

Alumni Tersebar di Berbagai Sektor Strategis

Wamenag juga menyoroti kiprah alumni Gontor yang kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hingga keagamaan. Menurutnya, penyebaran ini menunjukkan peran strategis pesantren dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia.

“Ke depan kita berharap Gontor bisa membangun peradaban untuk Indonesia. Dan peradaban itu insya Allah akan mendunia,” kata Romo Syafi'i.

Tantangan Abad Kedua yang Lebih Kompleks

Memasuki usia satu abad, Gontor dinilai menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya. Pesantren yang telah melewati fase sebelum kemerdekaan hingga era modern ini diminta tidak hanya mempertahankan prestasi lama, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global.

Romo Syafi'i menegaskan bahwa hubungan antarnegara yang semakin erat menuntut lembaga pendidikan Islam memiliki perspektif internasional. Ia mengaku telah melihat langkah awal ke arah tersebut di Gontor.

“Saya melihat langkah itu sudah mulai dirintis. Karena itu saya yakin Gontor siap memberikan kontribusi yang lebih luas, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga masyarakat internasional,” ujarnya.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks