Pencarian

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Buka Pelatihan 1.700 Anggota Satkamling, Tekankan Deteksi Dini Berbasis Teknologi dan Gotong Royong

Kamis, 11 Juni 2026 • 20:54:31 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Buka Pelatihan 1.700 Anggota Satkamling, Tekankan Deteksi Dini Berbasis Teknologi dan Gotong Royong
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho membuka pelatihan Satkamling dengan pemukulan kentongan sebagai simbol kewaspadaan.

PALEMBANG — Sebanyak 1.700 anggota Satkamling mengikuti pelatihan yang digelar Polda Sumsel secara hybrid. Seratus peserta hadir langsung di Mapolda Sumsel, sementara 1.600 lainnya mengikuti secara virtual dari jajaran Polres di seluruh Sumatera Selatan.

Pemukulan Kentongan Tandai Dimulainya Pelatihan

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda. Simbol ini menjadi penanda kewaspadaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Pelatihan mengusung tema “Revitalisasi Satkamling sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini dan Respons Cepat Kamtibmas Berbasis Teknologi dan Partisipasi Masyarakat”. Acara ini dihadiri Direktur Binmas Polda Sumsel, Karo SDM Polda Sumsel, dan sejumlah narasumber dari berbagai instansi.

Kapolda: Keamanan Tanggung Jawab Bersama

Dalam arahannya, Irjen Pol Sandi Nugroho mengapresiasi peran Satkamling yang menjadi ujung tombak pengamanan di tingkat masyarakat. Menurutnya, situasi kamtibmas yang kondusif lahir dari kerja sama semua elemen, mulai dari warga, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, hingga polisi.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Jika lingkungan aman, masyarakat dapat beribadah, bekerja, dan menjalankan aktivitas dengan nyaman,” ujarnya.

Teknologi Digital dan Call Center 110 untuk Deteksi Dini

Kapolda mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam tugas pengamanan lingkungan. Ia menyebut layanan Call Center 110 dan pemasangan kamera pengawas (CCTV) bisa memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak bisa menggantikan nilai-nilai sosial yang telah menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. “Teknologi sangat membantu, tetapi semangat gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan harus tetap dijaga. Interaksi langsung antarwarga memiliki nilai yang tidak tergantikan,” katanya.

Peserta Dibekali Materi dari Akademisi hingga Pemda

Selain materi teknis keamanan, peserta pelatihan mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber. Mereka adalah Ketua Senat Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Prof. Rd Muhammad Ikhsan, Kepala Badan Kesbangpol Sumsel Arinarsa JS, serta Sekretaris Dinas Kominfo Sumsel Deswan Ahsani.

Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks