SUMATERA SELATAN — Setelah tertekan selama dua hari, harga perak Antam akhirnya berbalik arah. Pada perdagangan Kamis (11/6), harga perak masih terpuruk di Rp 43.200 per gram, setelah sehari sebelumnya ambles Rp 1.600. Kini, dalam 24 jam, harga butiran perak murni 99,95 persen itu melonjak ke Rp 45.100 per gram.
Kenaikan ini mengikuti pergerakan harga emas Antam yang hari ini juga menguat. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas batangan Antam naik Rp 20.000 menjadi Rp 2.709.000 per gram. Harga buyback—acuan investor saat menjual kembali emas—melonjak lebih tajam, naik Rp 55.000 ke level Rp 2.450.000 per gram.
Pilihan Produk Perak untuk Investasi dan Industri
Antam menyediakan perak dalam dua bentuk utama. Pertama, Perak Butiran Murni 99,95 persen yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan dan industri perhiasan. Kedua, perak batangan untuk investasi, tersedia dalam dua varian: 250 gram seharga Rp 11.675.000 dan 500 gram seharga Rp 22.550.000.
Perlu dicatat, harga perak batangan tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Artinya, investor perlu memperhitungkan tambahan biaya pajak saat membeli produk ini.
Dinamika Pasar Logam Mulia
Fluktuasi harga perak dan emas Antam dalam sepekan terakhir mencerminkan ketidakpastian pasar global. Pada Rabu (10/6), harga perak turun Rp 1.600, disusul penurunan Rp 850 pada Kamis. Total pelemahan dua hari mencapai Rp 2.450 per gram sebelum akhirnya pulih tajam pada Jumat.
Sementara itu, harga emas Antam sempat turun Rp 24.000 pada Kamis sebelum kembali naik Rp 20.000 hari ini. Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi aset yang volatil dalam jangka pendek, namun tetap diminati sebagai instrumen lindung nilai.