PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menerima kunjungan pamit Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang, Kolonel Pnb. Zulfikri Arif Purba, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (8/6/2026). Kolonel Zulfikri berpamitan karena mendapat penugasan baru di Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau) setelah bertugas selama kurang lebih 14 bulan di Sumsel.
Sinergi Karhutla: 4 Helikopter Water Bombing Disiagakan
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya bersama menekan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kolonel Zulfikri melaporkan bahwa saat ini telah disiagakan empat unit helikopter water bombing dan dua pesawat patroli udara untuk mengantisipasi titik api di Sumsel.
"Sampai hari ini titik api yang muncul belum terlalu luas. Water bombing dilakukan sekitar satu hingga dua kali per hari. Kondisi kelembapan lahan juga masih cukup baik dan terjaga," ujar Kolonel Zulfikri dalam keterangannya.
Apresiasi untuk Kolaborasi dan Penataan Aset
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Zulfikri menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi erat yang telah terjalin bersama Pemerintah Provinsi Sumsel, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, berbagai program Lanud SMH dapat terlaksana dengan baik berkat sinergi tersebut.
"Hari ini kami datang ke sini untuk pamit. Sebelumnya, 14 bulan lalu kami datang untuk memperkenalkan diri. Hari ini kami datang tampak muka pulang tampak punggung. Kami mendapatkan kesempatan luar biasa selama bertugas di Sumsel dan kini mendapat penugasan baru di Mabes Angkatan Udara," katanya.
Penertiban Asrama Haji dan SMA 13 Palembang
Selain karhutla, Kolonel Zulfikri juga melaporkan perkembangan penataan sejumlah aset yang berkaitan dengan Lanud SMH. Dua di antaranya adalah kawasan Asrama Haji dan SMA Negeri 13 Palembang yang saat ini terus ditertibkan dari sisi administrasi. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov Sumsel terhadap pembangunan rumah bagi personel yang selama ini berjalan dengan baik.
Pertemuan ini menandai berakhirnya masa tugas Kolonel Pnb. Zulfikri Arif Purba di Sumsel. Sinergi yang telah dibangun, terutama dalam penanganan karhutla yang menjadi perhatian serius setiap tahun, diharapkan terus berlanjut dengan pejabat baru nantinya.