Pencarian

Sumsel Minta Tambahan 4 Helikopter Water Bombing Jelang Puncak Kemarau Juli-Agustus 2026, BPBD Ungkap Kebutuhan Total 10 Unit

Kamis, 18 Juni 2026 • 16:33:02 WIB
Sumsel Minta Tambahan 4 Helikopter Water Bombing Jelang Puncak Kemarau Juli-Agustus 2026, BPBD Ungkap Kebutuhan Total 10 Unit
BPBD Sumsel mengajukan tambahan empat helikopter water bombing jelang puncak kemarau 2026.

PALEMBANG — Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyatakan tambahan armada udara sangat krusial mengingat akses darat ke sejumlah titik rawan karhutla sulit dijangkau. Dari total enam unit yang kini bersiaga, dua unit dikhususkan untuk patroli udara dan empat unit untuk water bombing.

"Secara keseluruhan kita membutuhkan 2 armada untuk melakukan patroli udara dan 8 armada untuk water bombing. Saat ini yang standby di Sumsel ada 6 unit, 2 untuk patroli dan 4 untuk water bombing," ujarnya, Selasa (16/6).

Berkaca dari Pengalaman Tahun Lalu, Armada Bisa Capai Belasan Unit

Sudirman menjelaskan bahwa pada musim karhutla sebelumnya, jumlah helikopter yang dioperasikan di Sumsel bisa mencapai belasan unit. Jumlah armada patroli udara tetap dua unit, namun armada water bombing biasanya lebih banyak dikerahkan.

"Usulan tambahan ini akan difokuskan untuk mendukung percepatan penanganan karhutla, terutama saat memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang," katanya.

Efektivitas Pemadaman dari Udara Lebih Tinggi Ketimbang Jalur Darat

Menurut Sudirman, pemadaman melalui jalur udara dinilai lebih efektif dibandingkan upaya darat. Helikopter water bombing bisa menjangkau lokasi kebakaran di area terpencil yang tidak bisa dilewati kendaraan roda empat atau personel darat.

"Potensi meluasnya kebakaran juga dapat ditekan dan tidak meluas ke titik-titik rawan lain," tambahnya.

Kesiapsiagaan jumlah armada, lanjut dia, akan tetap disesuaikan dengan kondisi karhutla di lapangan. Antisipasi dan mitigasi dini akan terus dilakukan agar kebakaran tidak meluas.

"Untuk penambahan helikopter water bombing ini sesuai dengan petunjuk BNPB, namun tetap tergantung dari kondisi karhutla di Sumsel," jelas Sudirman.

Bagikan
Sumber: radarpalembang.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks