Pencarian

BPBD Sumsel Usulkan 4 Helikopter Water Bombing Tambahan Antisipasi Puncak Karhutla Juli–Agustus 2026

Kamis, 18 Juni 2026 • 21:27:31 WIB
BPBD Sumsel Usulkan 4 Helikopter Water Bombing Tambahan Antisipasi Puncak Karhutla Juli–Agustus 2026
Helikopter water bombing BPBD Sumsel siap diperbanyak untuk antisipasi karhutla puncak musim kemarau 2026.

PALEMBANG — BPBD Sumsel menilai idealnya daerah itu didukung oleh total sepuluh unit helikopter untuk operasi karhutla. Kebutuhan itu terdiri dari dua unit untuk patroli udara dan delapan unit untuk water bombing. Realitanya, baru enam unit yang tersedia, sehingga masih ada kekurangan empat unit water bombing.

Mengapa Kebutuhan Helikopter Mendesak?

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan karakteristik wilayah rawan karhutla di Sumsel tidak seluruhnya bisa dijangkau cepat lewat jalur darat. “Kebutuhan armada udara dinilai semakin penting,” ujarnya di Palembang, Kamis (18/6/2026), dikutip dari Antara.

Saat ini, enam unit yang siaga terdiri dari dua helikopter patroli dan empat helikopter water bombing. Dengan usulan tambahan, BPBD berharap jangkauan pemadaman dari udara bisa lebih luas dan respons lebih cepat saat titik api mulai bermunculan.

Status Siaga Darurat Sudah Ditetapkan Sejak April

Pemprov Sumsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 22 April 2026 hingga 30 November 2026. Penetapan itu sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kebakaran yang lebih luas saat puncak kemarau tiba.

BPBD memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Pada periode itu, curah hujan rendah dan lahan lebih mudah terbakar, sehingga risiko karhutla meningkat drastis.

Keputusan Akhir Tergantung Kondisi Lapangan

Meski usulan sudah diajukan, realisasi penambahan helikopter tetap bergantung pada arahan BNPB. “Penambahan helikopter water bombing ini sesuai petunjuk BNPB, namun tetap bergantung pada kondisi karhutla di Sumsel,” kata Sudirman.

Artinya, keputusan akhir akan mempertimbangkan tingkat risiko dan perkembangan kebakaran di lapangan. BNPB akan mengevaluasi urgensi permintaan tersebut berdasarkan data terbaru dari daerah.

Pencegahan Tetap Jadi Strategi Utama

Sudirman menegaskan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam pengendalian karhutla. “Pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian karhutla dapat diminimalkan,” ujarnya.

Penambahan armada udara hanya bagian dari kesiapsiagaan. BPBD terus menggencarkan patroli darat, sosialisasi ke masyarakat, dan pembangunan sekat kanal di lahan gambut untuk menekan potensi kebakaran sebelum musim kemarau puncak tiba.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks