PALEMBANG — Pemerintah telah menyiapkan sistem penentuan desil yang tidak dilakukan secara sembarang. Berdasarkan laman Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Cirebon, sistem desil adalah pembagian tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok, dari yang paling membutuhkan hingga yang paling mampu.
Dengan adanya desil ini, pemerintah dapat lebih mudah menentukan orang yang berhak menerima bansos tanpa menggunakan penilaian subjektif. Semua data diolah melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sehingga menghasilkan pemeringkatan yang objektif.
Indikator Penentu Peringkat Desil
Penentuan desil menggunakan berbagai indikator untuk menilai kondisi sosial ekonomi keluarga. Beberapa indikator utama yang digunakan antara lain pendapatan keluarga, kondisi rumah dan fasilitas dasar, serta kepemilikan aset.
Selain itu, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, jumlah tanggungan dalam keluarga, serta keberadaan anggota keluarga rentan seperti lansia, anak, dan disabilitas juga menjadi pertimbangan. Semua indikator ini diolah secara terpadu dalam DTSEN.
Cara Cek Desil Penerima Bansos 2026
Masyarakat di Sumatera Selatan dapat melakukan pengecekan desil secara mandiri dan cepat. Prosesnya hanya membutuhkan NIK yang tertera di KTP untuk mengakses data kesejahteraan sosial.
Meski prosesnya mudah, sejumlah masyarakat masih mengaku kebingungan untuk mengetahui peringkat desil mereka. Mengingat pentingnya desil dalam penetapan penerima bansos, masyarakat disarankan melakukan pengecekan secara berkala agar data selalu terbarui.
Mengapa Desil Harus Dicek Rutin?
Peringkat desil bisa berubah seiring dengan perubahan kondisi ekonomi keluarga. Keluarga yang sebelumnya masuk desil 1 (paling membutuhkan) bisa bergeser ke desil yang lebih tinggi jika kondisi ekonominya membaik.
Sebaliknya, keluarga yang terdampak pemutusan hubungan kerja atau bencana bisa turun ke desil yang lebih rendah. Oleh karena itu, pengecekan rutin menjadi penting agar data penerima bansos tetap akurat dan tepat sasaran.