Pencarian

Kisah Danau Shuji Muara Enim: Dari Tempat Pembuangan Sampah Jadi Desa Wisata, 30 Warga Kini Kerja di Sektor Pariwisata

Senin, 29 Juni 2026 • 21:24:01 WIB
Kisah Danau Shuji Muara Enim: Dari Tempat Pembuangan Sampah Jadi Desa Wisata, 30 Warga Kini Kerja di Sektor Pariwisata
Danau Shuji di Muara Enim berubah dari tempat pembuangan sampah menjadi desa wisata dalam enam bulan.

MUARA ENIM — Kondisi Danau Shuji di Kecamatan Lembak, Muara Enim, Sumatera Selatan, berubah drastis dalam waktu enam bulan. Dari lokasi yang dipenuhi tumpukan sampah dan air keruh, kawasan itu kini menjadi desa wisata dengan berbagai wahana dan fasilitas.

Perubahan itu berawal dari inisiatif Bob Permana, seorang tokoh masyarakat setempat. Melihat banyak pemuda kehilangan pekerjaan saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020, Bob memutuskan untuk mengerahkan mereka membersihkan danau dengan biaya pribadi.

"Kami tidak pernah membayangkan tempat yang dulu kumuh dan menjadi lokasi pembuangan sampah kini bisa menjadi tujuan wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat," kata Bob.

Dari Sampah Jadi Sumber Penghidupan Baru

Proses pembersihan yang dilakukan selama enam bulan berhasil mengubah total wajah Danau Shuji. Tidak ada lagi batang pohon berserakan atau air keruh. Langkah Bob selanjutnya adalah menyiapkan kawasan itu sebagai destinasi wisata untuk menciptakan lapangan pekerjaan berkelanjutan bagi warga Lembak.

Usaha Bob menarik perhatian Pertamina EP Prabumulih Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Perusahaan itu memberikan pendampingan terstruktur melalui program tanggung jawab sosial bertajuk MBAK DEWI SHUJI (Lembak Desa Wisata Shuji) sejak 2021 hingga 2025.

Bantuan yang diberikan meliputi pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan manajemen pengelolaan desa wisata. Selain itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 8,72 kWp dengan baterai 10 kWh sebagai sumber energi alternatif dan sarana edukasi transisi energi.

30 Tenaga Kerja dan Peluang bagi UMKM Lokal

Kini, sebanyak 30 warga setempat bekerja sebagai tenaga pengawas dan pelayan wisata saat akhir pekan atau musim liburan. Para pekerja itu tetap bisa mengelola perkebunan mereka di luar musim liburan.

Kehadiran Desa Wisata Danau Shuji juga mendongkrak pertumbuhan pelaku UMKM lokal, terutama perajin kerupuk, opak, dan kemplang khas Desa Lembak. Produk-produk itu dipasarkan di sepanjang jalur akses menuju lokasi danau.

Pengunjung tidak hanya datang dari Muara Enim, tetapi juga dari Palembang, Lampung, Lubuklinggau, Bengkulu, dan Bangka. Mereka bisa menikmati wahana perahu, sepeda air, piknik di saung, atau bersantai sambil menyantap kuliner di tepi danau.

Manfaat Ekonomi untuk Seluruh Warga

Sebagian dari keuntungan bersih sektor wisata Danau Shuji dialokasikan untuk membantu masjid-masjid setempat dan mendukung operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bob berkomitmen agar manfaat ekonomi dari keberadaan danau itu dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat sekitar.

Manager Community Involvement and Development PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa Pertamina EP Prabumulih melalui program PPM terus berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

"Yang terpenting bagi kami adalah lingkungan menjadi lebih bersih, pemuda memiliki kegiatan yang positif, dan masyarakat bisa memperoleh tambahan penghasilan," kata Bob.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks