SUMATERA SELATAN — Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan berdampingan dengan Managing Director and Chief Knowledge Officer WBG Paschal Donohoe untuk memimpin proses penggalangan dana IDA22. Tugas utamanya menghimpun dukungan kebijakan dan finansial yang lebih kuat, baik dari negara donor maupun pihak peminjam.
Agenda penggalangan dana IDA berlangsung tiga tahun sekali. Skema ini menjadi instrumen khusus Bank Dunia untuk menyalurkan pinjaman bunga nol atau sangat rendah, serta hibah bagi negara-negara berpenghasilan rendah.
Pengalaman Panjang di Keuangan Pembangunan Global
Sejak putaran IDA ke-18, kepemimpinan pertemuan selalu diemban dua tokoh: satu figur independen yang mumpuni di bank pembangunan multilateral dan satu perwakilan level tinggi WBG yang ditunjuk langsung presiden Bank Dunia.
Sri Mulyani bukan nama asing di lingkaran keuangan global. Ia adalah Menteri Keuangan wanita pertama Indonesia dan pernah menjabat Managing Director sekaligus Chief Operating Officer WBG. Saat ini ia juga terpilih sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-26 di Universitas Oxford.
Pengakuan internasional terhadapnya juga datang dari majalah Forbes yang memasukkan namanya dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia.
Skala Pembiayaan IDA yang Akan Ditentukan
Melalui putaran IDA22 ini, besaran skala pembiayaan konsesional bagi 78 negara mitra akan ditentukan untuk jangka panjang hingga 2031. Sejak beroperasi 1960, IDA telah menggelontorkan dana lebih dari US$ 632 miliar untuk investasi di 115 negara.
Siklus pengisian ulang dana periode IDA22 dijadwalkan resmi diluncurkan dalam agenda Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Puncak pertemuan penggalangan komitmen pendanaan (pledging meeting) diprediksi digelar Desember 2027.
Fokus IDA: Basmi Kemiskinan Ekstrem
IDA merupakan motor penggerak finansial terbesar di dunia yang fokus membasmi kemiskinan ekstrem. Skema pembiayaannya menyokong proyek dan program strategis untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, hingga mendongkrak taraf hidup masyarakat miskin global.
Penunjukan Sri Mulyani mempertahankan tradisi Bank Dunia menghadirkan figur terkemuka independen yang mumpuni di bidang bank pembangunan multilateral. Ia berhasil menyisihkan sejumlah kandidat kuat lain dalam daftar pendek (shortlist).