PAGARALAM — Titik api di kawasan penyangga landasan pacu (runway) Bandara Atung Bungsu akhirnya dapat dikendalikan setelah lima jam proses pemadaman. Luas lahan yang terbakar mencapai 500 meter x 100 meter atau setara lima hektare, seluruhnya berupa vegetasi kering yang mudah terbakar.
Kebakaran sempat memicu kekhawatiran karena lokasinya berada tepat di pinggir fasilitas vital penerbangan. Kepulan asap tebal juga berpotensi mengganggu aktivitas bandara serta kawasan pendidikan SMA Taruna Nusantara yang berjarak tidak jauh dari titik api.
Diduga Berasal dari Tumpukan Sampah di Area Bandara
Kanit Intelkam Polsek Dempo Selatan Aiptu Eka Nopirza menyampaikan, berdasarkan informasi awal dari petugas di lapangan, api pertama kali muncul dari tumpukan sampah yang berada di area Bandara Atung Bungsu. Kondisi ilalang dan semak belukar yang kering membuat api menjalar dengan cepat ke area yang lebih luas.
“Untuk sementara, kebakaran diduga berasal dari tumpukan sampah yang berada di area Bandara Atung Bungsu. Api kemudian cepat menjalar karena lokasi dipenuhi belukar dan rumput ilalang yang kondisinya kering,” ujar Eka.
Medan Jurang Jadi Kendala, 8 Unsur Terjun ke Lokasi
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Kontur lokasi yang berupa jurang dan tertutup semak belukar memaksa petugas bekerja ekstra untuk mencapai titik api. Upaya pemadaman melibatkan personel gabungan dari Polsek Dempo Selatan, Koramil Dempo Selatan, BPBD Kota Pagaralam, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.
Armada pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai instansi, termasuk Damkar Pemkot Pagaralam, Damkar Kecamatan Dempo Selatan, unit pemadam milik Bandara Atung Bungsu, hingga Damkar SMA Taruna Nusantara. Koordinasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengendalikan kobaran api sebelum meluas ke kawasan lain.
Api Padam, Aktivitas Bandara dan Warga Aman
Setelah berjibaku selama hampir lima jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas memastikan kebakaran tidak menjalar ke permukiman warga maupun area vital lainnya di sekitar bandara.
“Respons cepat seluruh unsur sangat membantu proses pemadaman. Polri, TNI, BPBD, Damkar, pemerintah kecamatan dan kelurahan, pihak bandara serta unsur terkait lainnya bergerak bersama sehingga api dapat dipadamkan dan tidak meluas ke kawasan lain maupun permukiman warga,” kata Eka.
Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Namun, temuan awal tumpukan sampah sebagai titik mula api menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian berada di kawasan penyangga bandara yang seharusnya bebas dari potensi pemicu kebakaran.