Pencarian

Trump Umumkan Pengurangan Drastis Latihan Militer Bersama dengan Korsel, Sebut Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 • 13:07:01 WIB
Trump Umumkan Pengurangan Drastis Latihan Militer Bersama dengan Korsel, Sebut Hubungan Baik dengan Kim Jong Un
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengurangan drastis latihan militer bersama dengan Korea Selatan melalui unggahan di Truth Social, Minggu (16/3).

SUMATERA SELATAN — Dalam unggahan di platform Truth Social, Minggu (16/3), Trump mengaitkan keputusan tersebut dengan penolakan Seoul untuk bergabung dalam misi "denuklirisasi" Iran. Ia menyebut latihan gabungan itu "mahal" dan mengirimkan sinyal yang "tidak pantas dan bermusuhan", dengan sebagian besar biaya ditanggung AS.

"Latihan ini tidak hanya mahal, dengan sebagian besar biaya dibayar oleh Amerika Serikat (seperti biasa!), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan," tulis Trump. Ia menambahkan bahwa pengumuman ini datang "terlalu cepat untuk dibatalkan" karena latihan tahunan dijadwalkan dimulai Senin (17/3).

Pernyataan Trump muncul kurang dari 24 jam setelah ia memposting foto lama dirinya bersama Kim Jong Un dari tahun 2019, menyebut keduanya adalah teman baik "meskipun ada ekspresi tidak ramah di foto tertentu ini".

Respons Seoul dan Pyongyang yang Berbeda

Pemerintah Seoul menyatakan latihan gabungan akan tetap berjalan "sesuai jadwal". Sementara itu, Pyongyang belum memberikan komentar resmi mengenai pernyataan Trump. Sikap berbeda ini muncul setelah Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik yang dilarang PBB pada pekan ini.

Juru bicara militer AS, Ryan Donald, mengatakan pihaknya memperhitungkan ancaman yang ada, merujuk pada penempatan pasukan Korea Utara untuk membantu perang Rusia di Ukraina. Sekitar 28.500 personel militer AS ditempatkan di Korea Selatan sebagai bagian dari komitmen pertahanan bersama.

Kekhawatiran Pakar: Biaya Penghematan Kecil, Risiko Keamanan Besar

Pengamat hubungan internasional menilai langkah ini berisiko tinggi dengan keuntungan diplomatik yang belum pasti. Leif-Eric Easley, profesor di Universitas Ewha di Seoul, menegaskan latihan gabungan adalah elemen krusial untuk kesiapan militer.

"Latihan pertahanan gabungan AS-Korea Selatan sangat penting agar pasukan militer siap dan mampu menjalankan tugas mereka," ujar Easley. "Menguranginya dapat merusak koordinasi aliansi, memperlambat proses Korea Selatan mengambil tanggung jawab lebih besar atas pertahanannya sendiri, dan melemahkan pencegahan terhadap potensi konflik di Asia."

Ia menambahkan, "Penghematan biaya dari pengurangan latihan ini marjinal, sementara manfaat diplomatik untuk hubungan dengan Korea Utara diragukan."

Preseden 2018 dan Tekanan Trump pada Sekutu

Keputusan ini bukan yang pertama. Trump sempat menghentikan latihan militer sepenuhnya pada 2018 selama negosiasi denuklirisasi dengan Kim. Latihan juga diperkecil pada 2020 saat pandemi Covid-19.

Trump berulang kali menyatakan ketidakpuasannya terhadap sekutu yang dinilai tidak memberikan kontribusi langsung dalam konflik dengan Iran, termasuk Jepang, Prancis, dan Inggris. Seoul sendiri berusaha meredakan ketegangan dengan berkomitmen menginvestasikan 350 miliar dolar AS di AS, dan tahun lalu Presiden Lee Jae Myung menyebut Trump sebagai "pembawa perdamaian".

Pekan lalu, Presiden Korea Selatan mengusulkan pembicaraan resmi dengan Pyongyang untuk mengakhiri perang yang secara teknis masih berlangsung sejak gencatan senjata 1953. Langkah Trump untuk mengurangi latihan militer ini diprediksi akan menjadi ujian bagi soliditas aliansi Washington-Seoul di tengah dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks