Pencarian

BetOnline Buka Taruhan Judi untuk Little League World Series, Eksploitasi Anak di Depan Publik

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:09:58 WIB
BetOnline Buka Taruhan Judi untuk Little League World Series, Eksploitasi Anak di Depan Publik
BetOnline membuka taruhan untuk Little League World Series 2026, memicu kecaman atas eksploitasi anak dalam ajang olahraga.

SUMATERA SELATAN — Industri taruhan olahraga kembali memunculkan kontroversi etika. BetOnline, salah satu sportsbook lepas pantai yang tidak tunduk pada regulasi Amerika Serikat, secara resmi membuka taruhan untuk ajang Little League World Series (LLWS) 2026. Padahal, turnamen bisbol tahunan ini mempertemukan pemain-pemain cilik berusia 10 hingga 12 tahun dari berbagai negara.

Keputusan ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Little League International yang menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya menjadi objek spekulasi finansial. Praktik ini juga menyoroti celah regulasi yang memungkinkan operator asing mengeksploitasi ajang olahraga anak.

Permintaan Pasar yang Tinggi di Balik Keputusan BetOnline

Manajer Merek BetOnline, Dave Mason, membenarkan bahwa pihaknya sengaja menyediakan opsi taruhan LLWS karena tingginya permintaan dari pengguna. Dalam pernyataan resminya, Mason mengklaim jumlah taruhan yang masuk pada 2025 mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia bahkan menyebut minat terhadap laga LLWS antara Korea Selatan dan Kanada melampaui beberapa pertandingan Major League Baseball (MLB) tertentu.

“Kami menawarkan odds Little League World Series karena ada permintaan besar untuk itu. Pelanggan kami meminta odds ini setiap tahun, dan kami akan menerima lebih banyak taruhan pada LLWS selama dua minggu ke depan dibandingkan pasar mapan seperti WNBA, Major League Soccer, tenis pro, atau golf,” ujar Mason dalam siaran pers yang dikutip TechCrunch.

Respons Tegas Little League International

Organisasi penyelenggara, Little League International, tidak tinggal diam. Mereka kembali mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak. Pernyataan tersebut pertama kali dirilis pada 2025 dan kembali diunggah ulang pada Rabu (19/8/2026) sebagai pengingat publik.

“Little League adalah tempat tepercaya di mana anak-anak belajar dasar-dasar permainan dan semua pelajaran hidup penting yang datang dari bersenang-senang, merayakan kerja sama tim, dan bermain dengan integritas. Tidak seorang pun boleh mengeksploitasi keberhasilan dan kegagalan anak-anak yang bermain demi keuntungan pribadi,” demikian bunyi pernyataan resmi Little League International.

Celah Regulasi dan Risiko bagi Industri Taruhan

Fenomena ini menyoroti perbedaan tegas antara sportsbook berlisensi negara bagian dan operator lepas pantai. Sportsbook yang diatur negara bagian serta platform prediksi berlisensi federal seperti Kalshi dan Polymarket tidak mengizinkan taruhan pada LLWS. Namun, BetOnline beroperasi di luar yurisdiksi hukum AS, sehingga bebas menawarkan pasar taruhan yang melibatkan anak di bawah umur.

Meskipun secara teknis legal karena beroperasi dari luar negeri, praktik ini dinilai melanggar norma etika dan berpotensi merusak citra industri taruhan olahraga yang tengah berkembang pesat. Para pengamat menilai langkah ini bisa memicu dorongan regulasi yang lebih ketat, terutama di tengah meningkatnya pengawasan terhadap praktik perjudian yang melibatkan kelompok rentan.

Bagi pelaku industri di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat penting akan batas etika dalam ekspansi bisnis. Dengan maraknya platform judi online yang menyasar pasar lokal, regulasi yang tegas dan pengawasan ketat dari otoritas menjadi keharusan untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi serupa.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks