PALEMBANG — Rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., menggelar pertemuan dengan unsur pentahelix literasi di Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan. Agenda yang mengusung tema "Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar" ini menjadi ruang dialog antara legislatif, Perpustakaan Nasional RI, dan pegiat literasi daerah.
Dalam forum tersebut, Linda Septiani Sebianto dari Long Live Literacy (LLL) menyampaikan sejumlah harapan atas nama komunitas literasi se-Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa komunitas membutuhkan lebih dari sekadar dukungan moral dari pemerintah.
Komunitas Ingin Jadi Mitra Strategis, Bukan Sekadar Penerima Program
"Sebagai perwakilan penggiat literasi dan komunitas di Sumatera Selatan, harapan saya adalah agar pemerintah melihat komunitas bukan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem literasi," ujar Linda di hadapan rombongan Komisi X DPR RI.
Ia menyebut tiga kebutuhan utama yang selama ini menjadi tantangan komunitas di lapangan. Pertama, ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kedua, akses terhadap pendanaan dan fasilitas. Ketiga, kebijakan yang membuka kesempatan lebih besar bagi anak muda untuk memimpin gerakan literasi.
Sinergi Lintas Sektor Kunci Keberlanjutan Gerakan Literasi
Linda menambahkan, sinergi antara pemerintah, sekolah, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, penerbit, dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat. Tanpa kolaborasi itu, gerakan literasi berisiko berhenti pada kegiatan seremonial belaka.
"Kami ingin gerakan ini tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Once Mekel (F.PDI Perjuangan/DKI Jakarta I), Ferdiansyah (F.PGolkar/Jabar XI), Dr. drh. Hj. Dewi Coryati (F.PAN/Bengkulu), dan Drs. Sabam Sinaga (F.PDemokrat/Sumut II). Dari Perpustakaan Nasional RI hadir Nurhadi Saputra selaku Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, serta Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Fitriana.
LLL: Dari Calistunglish hingga Beasiswa untuk Pelajar Sumsel
Long Live Literacy sendiri merupakan komunitas literasi tingkat nasional yang berbasis di Sumatera Selatan. Komunitas ini fokus pada peningkatan kemampuan CALISTUNGLISH—baca, tulis, hitung, dan bahasa Inggris—serta tingkat partisipasi perguruan tinggi di Sumsel.
Programnya mencakup kelas IELTS dan IELTS Prediction Test bekerja sama dengan Sun Education, penerbitan buku antologi, hingga edukasi dunia perkuliahan untuk siswa SMA. Materi yang diajarkan meliputi beasiswa, magang, pertukaran pelajar, serta prospek kerja berbagai jurusan.
Melalui keterlibatan langsung dalam forum legislatif ini, LLL berharap aspirasi dari akar rumput bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan literasi yang lebih inklusif. Pertemuan ini menjadi momentum bagi komunitas untuk menegaskan posisinya sebagai mitra aktif pembangunan budaya baca di Bumi Sriwijaya.