PALEMBANG — Senam Kriya yang resmi diluncurkan pada April 2026 dinilai belum cukup hanya sekadar diperkenalkan. Butuh gerakan masif agar senam khas dengan iringan lagu daerah ini benar-benar hidup di tengah masyarakat dan menjadi identitas olahraga Sumatera Selatan.
“Kegiatan pelatihan Senam Kriya Sumsel 2026 ini diadakan agar Sumsel juga mempunyai senam khas Sumsel dengan lagu khas Sumsel,” ujar Feby di sela-sela pembukaan acara yang digelar serentak tersebut.
Lomba Senam Kriya Dijadwalkan di Hari Olahraga Nasional
Feby menegaskan bahwa sosialisasi saja tidak cukup. Senam ini harus terus digemakan melalui berbagai ajang kompetisi agar semakin dikenal luas.
“Senam Kriya ini harus diperlombakan di seluruh kabupaten/kota, agar dikenal luas tidak hanya di Sumsel, kalau bisa di tingkat nasional. Senam Kriya ini agar disosialisasikan ke seluruh wilayah dan masyarakat,” lanjutnya.
Rencananya, lomba Senam Kriya akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional. Momen tersebut diharapkan menjadi panggung efektif untuk memperkenalkan senam khas Sumsel kepada khalayak yang lebih luas.
Mengapa Senam Kriya Penting bagi Masyarakat Sumsel?
Kehadiran Senam Kriya bukan sekadar tren olahraga baru. Di balik gerakannya yang mudah diikuti, ada dua misi besar yang diusung: melestarikan budaya dan mendorong pola hidup sehat.
“Mari kita gerakkan Senam Kriya dari rumah ke rumah, dari desa ke kota. Biar dunia tahu, Sumsel punya senam sendiri,” tuturnya mengajak seluruh lapisan masyarakat.
Dengan iringan musik yang akrab di telinga warga Sumsel, senam ini dirancang agar bisa dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Selain menjaga kebugaran, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari Sumatera Selatan.
Pelatihan Modern: Kombinasi Luring dan Daring
Pelaksanaan pelatihan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, Alfajri Zabidi, menjelaskan bahwa metode pelatihan dikemas lebih modern dan menjangkau peserta lebih luas.
“Kegiatan pelatihan Senam Kriya Tahun 2026 ini tidak saja dilakukan secara luring, namun juga secara daring, diikuti 17 kabupaten/kota se-Sumsel,” jelas Alfajri dalam laporannya.
Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini yang merupakan hasil kerja sama antara KORMI, FOKBI, Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, serta seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel. Para kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani, dan Ketua DWP Sumsel Desy Edward turut hadir dalam pelatihan tersebut.