PALEMBANG — Rak kosong atau stok tipis di deretan ritel modern di Palembang belakangan ini bukan sekadar keterlambatan pasokan. Pemprov Sumatera Selatan menyebut volume beras premium yang masuk ke lebih dari 600 gerai mengalami penurunan dari kebiasaan rutin, Selasa (1/9).
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Polda Sumsel kini menelusuri mata rantai pasokan, tidak hanya sampai gudang ritel, tetapi juga pabrik dan penggilingan.
Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra mengatakan, indikasi berkurangnya stok terlihat jelas di rak-rak ritel modern. “Stok berkurang dari rutin biasanya. Sebab mereka ini mengisi untuk lebih 600 gerai,” katanya di Palembang, Selasa.
Harga Pokok Produksi Naik, Pasokan dari Pabrik Ikut Menyusut
Pemprov belum berani menyebut kondisi ini sebagai kelangkaan. Sebab, barang masih bisa didapat konsumen, hanya volumenya tidak sebanyak biasanya.
“Sejauh ini barangnya ada, hanya sedikit. Biasanya yang mereka masukkan itu lebih banyak, sekarang berkurang. Barangnya ada, tetapi volumenya berkurang,” ujar Edward Candra.
Temuan awal mengarah pada pasokan dari hulu. Bulog Kanwil Sumsel-Babel menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini bertengger di kisaran Rp7.700 per kilogram. Setelah dihitung rendemen, biaya produksi, pengemasan, dan komponen lain, harga pokok beras premium otomatis ikut terangkat.
Pimpinan Bulog Kanwil Sumsel-Babel Ihsan mengonfirmasi hubungan antara mahalnya bahan baku dan menipisnya stok beras premium di pasaran. Kondisi ini membuat pabrik dan penggilingan menahan laju produksi atau mengurangi volume pengiriman ke ritel.
Kemana Warga Membeli Beras Premium Saat Ini?
Rak kosong di ritel modern bukan berarti warga Palembang kehilangan akses sama sekali. Pemprov Sumsel menyiapkan jalur distribusi alternatif lewat operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM) di sejumlah titik.
Langkah lebih konkret disiapkan bersama Bank Indonesia. Beberapa pasar tradisional akan dijadikan depot penyeimbang yang menyediakan beras SPHP dan beras premium bagi masyarakat.
Edward menambahkan, timnya akan segera memeriksa langsung ke pabrik dan penggilingan. Langkah ini untuk melihat persoalan sebenarnya di lapangan. “Ini baru salah satu, mungkin tempat lain menurut informasi juga mengalami keterbatasan,” jelasnya.
TPID Dorong Penambahan Pasokan SPHP ke Depo Ritel
Pemprov Sumsel juga mendorong penambahan pasokan beras SPHP melalui depo atau gudang ritel. Distribusi langsung kepada masyarakat menjadi opsi lain yang tengah disiapkan untuk menahan gejolak harga menjelang curah hujan tinggi.
Ketersediaan beras premium menjadi perhatian utama karena segmen ini paling banyak dicari konsumen kelas menengah perkotaan di Palembang. Jika pasokan tidak segera normal, harga di tingkat pengecer berpotensi merangkak naik.
TPID menjadwalkan inspeksi lanjutan ke sejumlah pabrik penggilingan di wilayah sentra produksi beras Sumsel dalam pekan ini. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah intervensi pasar perlu diperluas ke kabupaten/kota lain.