PALEMBANG — Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan dan Bangka Belitung terus menggenjot distribusi bantuan pangan sebagai bantalan stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah ini mencakup percepatan penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan beras dan minyak goreng untuk masyarakat.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ihsan, mengungkapkan total penyaluran beras SPHP di wilayahnya telah mencapai 11.429.140 kilogram. Angka itu setara dengan 11,4 ribu ton.
"Untuk penyaluran SPHP hingga saat ini, totalnya mencapai 11.429.140 atau 11,4 ribu ton di wilayah Sumsel Babel," ujar Ihsan, Minggu (7/6/2026).
Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Sudah Disalurkan 54,74 Persen
Selain SPHP, Bulog juga telah menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 12.080.300 kilogram dan minyak goreng sebanyak 2.416.060 liter. Realisasi ini setara dengan 54,74 persen dari total target penyaluran.
Ihsan menjelaskan bahwa kombinasi penyerapan gabah lokal telah mencapai 94,4 ribu ton. Ditambah dengan penyaluran SPHP dan bantuan pangan yang tepat sasaran, daya beli masyarakat diyakini tetap terjaga.
"Bulog memastikan daya beli masyarakat akan tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar konsumen," tuturnya.
Stok Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton, Pemerintah Targetkan Bantuan Tuntas Akhir Juni
Secara nasional, stok beras yang dikelola Bulog hingga awal Juni 2026 mencapai sekitar 5,3 juta ton. Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut jumlah itu sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan dan intervensi harga.
"Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia," kata Rizal.
Realisasi bantuan pangan di tingkat nasional tercatat telah disalurkan hampir 60 persen. Tepatnya, bantuan telah diterima oleh hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 33,2 juta KPM.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026. Percepatan ini diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.
Bulog mengimbau masyarakat di Sumsel dan Babel untuk tidak perlu khawatir. Seluruh cadangan pangan pemerintah daerah disebut berada dalam kondisi aman dan mencukupi.