PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang mengalihkan fokus layanan kesehatan ke penanganan ISPA setelah kualitas udara di kota itu terus menurun akibat kabut asap. Lima puskesmas yang ditunjuk diminta buka 24 jam agar warga dengan keluhan pernapasan bisa langsung ditangani tanpa menunggu jam layanan normal.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan kebijakan itu diambil karena kasus ISPA butuh penanganan cepat. Puskesmas menjadi garda terdepan sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit jika kondisinya memburuk.
"Karena ini kaitan dengan ISPA, puskesmas harus buka 24 jam, sehingga kalau ada terdampak ISPA langsung bisa ditindaklanjuti," kata Ratu Dewa, Jumat (2/10/2026).
Rumah Sakit Diminta Siaga Hadapi Lonjakan Pasien
Selain puskesmas, Ratu Dewa meminta seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta di Palembang bersiap menerima kemungkinan bertambahnya pasien ISPA. Kesiapsiagaan itu mencakup ketersediaan ruang perawatan, obat, dan tenaga medis.
Ratu Dewa menyebut Rumah Sakit Charitas Palembang saat ini mencatat jumlah pasien terdampak ISPA paling tinggi dibanding fasilitas kesehatan lain. Ia berencana meninjau langsung kondisi pasien yang dirawat akibat gangguan pernapasan tersebut.
"Sekarang kan yang terdampak ISPA paling tinggi itu RS Charitas. Di RS itu cukup tinggi. Dan nanti saya akan tinjau langsung yang terdampak ISPA," ujarnya.
Pemadam Kebakaran Diminta Percepat Respons Titik Api
Penanganan kabut asap tidak hanya lewat jalur kesehatan. Pemkot Palembang juga meminta jajaran pemadam kebakaran mempercepat respons terhadap titik-titik kebakaran agar asap tidak menyebar lebih luas.
"Dari sisi lainnya, saya juga minta dioptimalisasikan untuk pemadam itu biar cepat," pungkasnya.
Langkah ini dinilai penting karena sumber kabut asap umumnya berasal dari kebakaran lahan yang membesar jika tidak segera dipadamkan. Semakin cepat api dipadamkan, semakin kecil paparan asap ke permukiman warga.
Warga Rentan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Pemkot Palembang mengimbau masyarakat berhati-hati selama kualitas udara masih memburuk. Kelompok paling rentan meliputi warga dengan keluhan pernapasan, anak-anak, lansia, dan pemilik kondisi kesehatan khusus.
Warga yang mengalami gejala sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi tenggorokan diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Masker dan pembatasan aktivitas luar ruang menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan selama kabut asap belum mereda.