Pencarian

Sumsel Uji Coba Teknologi Pengurai Asap Dry Ice Hasil Kerja Sama Indonesia-Thailand, Prioritaskan Bandara

Rabu, 14 Oktober 2026 • 14:01:01 WIB
Sumsel Uji Coba Teknologi Pengurai Asap Dry Ice Hasil Kerja Sama Indonesia-Thailand, Prioritaskan Bandara
Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin rapat bersama Presiden Prabowo secara daring di Griya Agung, Palembang.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat melalui konferensi video bersama Presiden Prabowo di Ruang Rapat Griya Agung, Palembang, Senin (12/10/2026). Menurutnya, teknologi dry ice akan diprioritaskan di tempat-tempat yang dinilai paling terdampak asap, terutama kawasan bandara.

"Kita bahagia karena Presiden sudah menginstruksikan adanya inovasi baru melalui kerja sama Indonesia dengan Thailand mengenai pengurai asap. Minimal, di tempat-tempat strategis seperti bandara dan lapangan udara TNI akan menggunakan teknologi dry ice," ujar Herman Deru.

Luas Lahan Terbakar Sumsel Tersisa 6,9 Hektare

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto kepada Presiden, kondisi karhutla di Sumsel dilaporkan mulai menurun. Luas area terbakar saat ini tersisa sekitar 6,9 hektare.

Meski begitu, titik kebakaran masih ditemukan di kawasan gambut, antara lain Pulau Beruang di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Medak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah terus melakukan pemadaman di lokasi tersebut dengan dukungan pasokan air (water supply) dan peralatan pemadam kebakaran.

Asap dan Luas Lahan Terbakar Dinilai Dua Persoalan Berbeda

Herman Deru menegaskan luas lahan terbakar dan dampak asap merupakan dua persoalan yang tidak bisa disamakan. Meski area kebakaran disebut semakin menyusut, asap masih menyelimuti sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat.

"Namun, persoalan asap masih menjadi perhatian utama. Artinya, kondisi karhutla tidak banyak, tetapi asap yang mengepung kita," katanya.

Ia berharap sisa titik api dapat segera dituntaskan sehingga penanganan bisa difokuskan pada pengurangan dampak asap. Pemerintah juga menyiapkan langkah pencegahan agar karhutla tidak terus berulang, yang menurut Herman Deru membutuhkan dukungan kebijakan dan penambahan personel di lapangan.

3,6 Juta Hektare Hutan Sumsel Hanya Diawasi 50 Personel Polhut

Sumsel memiliki kawasan hutan sekitar 3,6 juta hektare, tetapi hanya didukung sekitar 50 personel Polisi Kehutanan (Polhut). Rasio pengawasan yang timpang ini menjadi salah satu alasan pemerintah daerah meminta tambahan personel.

"Polhut ini adalah mata dan telinga di lapangan yang bisa mendeteksi secara langsung. Presiden menyampaikan rencana pengangkatan 70 ribu personel ke depan. Mudah-mudahan Sumatera Selatan mendapat tambahan kuota untuk pengamanan hutan, termasuk mendeteksi api," jelasnya.

Penambahan personel Polhut dinilai diperlukan untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan, termasuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Bantuan Kesehatan dan UMKM Disiapkan untuk Warga Terdampak

Pemprov Sumsel menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla. Bantuan tersebut meliputi pelayanan kesehatan melalui posko yang disediakan pemerintah serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Bantuan UMKM akan disalurkan melalui Dinas Koperasi dan UMKM dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan," katanya.

Penyaluran bantuan melalui Dinas Koperasi dan UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan diharapkan menyasar pelaku usaha yang aktivitasnya terganggu akibat kabut asap.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rmolsumsel.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks