Pencarian

Reza Rahadian Sesalkan Karhutla, Dorong Status Bencana Nasional

Selasa, 20 Oktober 2026 • 21:33:01 WIB
Reza Rahadian Sesalkan Karhutla, Dorong Status Bencana Nasional
Aktor Reza Rahadian menyampaikan keprihatinan atas kebakaran hutan dan lahan dalam pernyataannya di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

SUMATERA SELATAN — Aktor Reza Rahadian menyatakan keprihatinan mendalam atas kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah, dalam pernyataannya di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026). Ia menilai penanganan karhutla tidak cukup berhenti pada pencarian pihak yang bertanggung jawab, tetapi harus diperkuat lewat mitigasi dan keterlibatan banyak pihak. Menurut Reza, penetapan status Bencana Nasional bisa membuka ruang partisipasi organisasi di luar pemerintah untuk menyalurkan bantuan logistik hingga teknologi.

Reza Rahadian mengaku sulit meyakini bahwa kebakaran yang terjadi sepenuhnya dipicu faktor alam. Aktor tersebut menegaskan keprihatinannya melihat dampak karhutla yang meluas, bukan hanya di sekitar lokasi kebakaran, tetapi hingga Pekanbaru, Sumatera, bahkan negara tetangga.

"Well, I'm very sad. That's all that I can say, gitu ya. I'm very upset. Buat saya, sulit untuk mengatakan bahwa ini penuh hanya karena kehendak alam, gitu ya," kata Reza Rahadian di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

Fokus pada Mitigasi, Bukan Hanya Pencarian Dalang

Reza mengaku telah membaca sejumlah pemberitaan soal proses pencarian pihak yang diduga menjadi dalang di balik karhutla. Namun, ia menilai perhatian publik tidak boleh berhenti di situ.

"Tapi kan kita sekarang nggak hanya harus fokus di situ, kita harus fokus pada mitigasinya," ujarnya.

Ia memahami berbagai upaya penanganan telah dilakukan. Meski demikian, Reza menilai upaya tersebut masih perlu ditingkatkan, terutama dengan melibatkan lebih banyak pihak dalam membantu penanganan dampak karhutla.

Mengapa Status Bencana Nasional Dianggap Penting

Reza pun menyinggung pentingnya penetapan status Bencana Nasional. Menurutnya, status tersebut tidak menurunkan nilai penanganan yang sudah berjalan, melainkan membuka ruang partisipasi lebih luas bagi berbagai organisasi.

"Ini kenapa pentingnya bagi saya ya, status Bencana Nasional itu sebenarnya tidak mendegradasi nilai apa pun, tapi membuka ruang atas partisipasi lebih banyak organisasi di luar mungkin, untuk kemudian bisa berbondong-bondong memberikan bantuan baik logistik, teknologi yang terbarukan, dan lain-lain," jelasnya.

Bagi Reza, dampak karhutla sudah menyebar ke banyak wilayah. Ia menilai tanggung jawab penanganan bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa.

"So, dampaknya itu udah ke mana-mana. And of course as a nation, we do have to be responsible, gitu kan. Itu memang tanggung jawab pemerintah juga pastinya," tuturnya.

Gerakan Warga Bantu Warga

Di sisi lain, Reza menyebut masyarakat dapat berperan membantu warga terdampak melalui berbagai gerakan solidaritas. Ia mengaku bersama timnya turut mengadakan penggalangan bantuan, meski tidak dalam skala besar.

"Saya bersama tim saya membuat hal yang sama juga, walaupun mungkin tidak terlampau masif. Tapi kami, juga banyak saya yakin kelompok masyarakat sipil dan organisasi-organisasi yang membuka kanal-kanal bantuan untuk 'warga bantu warga'. Ya, itu sih pendapat saya," katanya.

Ketika ditanya mengenai rencana mengunjungi langsung lokasi karhutla, Reza mengatakan belum dapat melakukannya karena masih disibukkan dengan pekerjaan.

"I can't at the moment. I'm still in the middle of work," pungkasnya.

Pernyataan Reza menambah suara dari kalangan seniman yang mendorong penanganan karhutla lebih serius. Seruan serupa sebelumnya juga muncul dari sejumlah figur publik yang menyoroti dampak bencana asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hot.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks