BBPJN Sumsel Targetkan Pengecoran 600 Meter Jalan di KM 17 Banyuasin Rampung 24 Jam, Gunakan Beton Rigid Fast Track

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 17:58:31 WIB
Petugas melakukan pengecoran jalan di KM 17 Banyuasin menggunakan teknologi beton rigid fast track pada Minggu (26/7/2026).

BANYUASIN — Pengecoran ruas Jalan Nasional di KM 17 tepatnya di perbatasan Palembang–Betung, Kecamatan Talang Kelapa, dikerjakan mulai pagi hingga malam. Kepala BBPJN Sumsel Panji Krisna Wardana menegaskan, teknologi fast track memungkinkan beton memenuhi syarat mutu dalam sehari.

"Dengan teknologi beton fast track, dalam waktu sekitar 24 jam sudah bisa memenuhi persyaratan mutu. Jadi karena di sini membutuhkan percepatan, pekerjaan dilakukan dari pagi hingga malam dan ditargetkan selesai pada pagi hari. Setelah itu jalan bisa kembali dilalui," jelas Panji, Minggu (26/7/2026).

Anggaran Rp486 Miliar untuk 1.565 Kilometer Jalan Nasional

Secara keseluruhan pada 2026, BBPJN Sumsel mengelola pemeliharaan dan rekonstruksi jalan nasional sepanjang 1.565 kilometer dengan anggaran sekitar Rp486 miliar. Ribuan kilometer itu ditangani dengan berbagai metode, mulai dari pemeliharaan rutin, pemeliharaan efektif, hingga rekonstruksi penuh.

Panji menyebut, khusus di ruas batas Kota Palembang–Betung, tingkat kemantapan jalan saat ini mencapai 92 persen. Artinya, masih ada sekitar delapan persen ruas yang membutuhkan penanganan. "Jadi ada posisi kurang lebih 8% yang tidak mantapnya," ujarnya.

Fokus Infrastruktur di Banyuasin: Butuh Koordinasi Lalu Lintas

BBPJN Sumsel memprioritaskan penanganan infrastruktur di Kabupaten Banyuasin pada sejumlah ruas strategis, antara lain dari batas Kota Palembang menuju Betung serta ruas menuju Tanjung Api-Api. Demi kelancaran arus kendaraan, BBPJN terus berkoordinasi dengan forum lalu lintas, kepolisian, dan Dinas Perhubungan setempat.

Panji menambahkan, pada tahun ini pihaknya memiliki paket pekerjaan sekitar Rp12 miliar untuk penanganan menggunakan rigid pavement, termasuk penggantian gorong-gorong yang rusak di KM 13. "Insya Allah pekerjaan ini ditargetkan tuntas pada Agustus. Hanya saja, anggaran kita memang terbatas. Kalau usulan, tentu kita ingin seluruh ruas yang rusak bisa ditangani, tetapi dengan kondisi anggaran saat ini, penanganan secara masif belum memungkinkan," ungkapnya.

Tol Palembang–Betung Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang

Volume kendaraan yang tinggi di ruas Palembang–Betung menjadi kendala utama. Gangguan di satu titik saja bisa memicu antrean panjang dan berdampak pada arus di sepanjang jalur. Untuk itu, pemerintah berharap keberadaan Tol Palembang–Betung ke depan mampu mengurangi beban lalu lintas di jalan nasional tersebut.

"Setelah tol ini jadi, kami berharap volume lalu lintas di batas Kota Palembang hingga Betung jauh berkurang. Dengan begitu, penanganan dengan metode seperti ini bisa dilakukan lebih leluasa tanpa menimbulkan dampak kemacetan yang panjang seperti saat ini," kata Panji.

Dengan berkurangnya volume kendaraan, penanganan jalan secara lebih masif diharapkan dapat dilakukan dengan gangguan lalu lintas yang lebih kecil. Hingga saat ini, BBPJN Sumsel terus mengupayakan percepatan pekerjaan di KM 17 agar ruas vital itu segera kembali normal.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: halopos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top