Samsung Galaxy Z Flip 5 Masih Kencang, Ini 4 Fitur One UI yang Dimatikan Agar Makin Responsif

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:07:01 WIB
Pengguna menunjukkan pengaturan One UI pada Samsung Galaxy Z Flip 5 untuk meningkatkan performa perangkat.

SUMATERA SELATAN — Punya ponsel flagship yang sudah berumur bukan berarti harus langsung ganti unit baru. Seorang pengguna Samsung Galaxy Z Flip 5 membagikan pengalamannya merawat perangkat lawasnya agar tetap terasa gesit, meski One UI kerap terasa berat setelah pemakaian intensif. Caranya bukan dengan mengganti perangkat, melainkan mengubah sejumlah pengaturan tersembunyi di dalam sistem.

Metode ini relevan untuk pemilik Galaxy Z Flip 5, Galaxy S23 series, atau perangkat Samsung lawas lain yang mulai menunjukkan gejala melambat. Alih-alih melakukan reset pabrik, mematikan fitur yang jarang dipakai justru memberi dampak yang cukup terasa pada kelancaran navigasi sehari-hari.

Mengapa One UI Terasa Lambat Setelah Dipakai Lama?

Kelambatan biasanya muncul setelah ponsel panas atau RAM mulai penuh. Efeknya terlihat pada transisi antar-aplikasi yang patah-patah dan keyboard yang telat muncul. Fitur animasi yang berlebihan serta proses sinkronisasi yang berjalan otomatis menjadi biang keladi utamanya.

Pengguna tersebut mencatat, meski chipset di dalam Galaxy Z Flip 5 bukan yang tercepat di pasaran saat ini, perangkatnya masih sanggup diajak kerja harian. Yang ia lakukan hanyalah mengurangi beban kerja sistem lewat pengaturan yang sering terlewat.

Empat Pengaturan One UI yang Dimatikan

Langkah pertama adalah memangkas durasi animasi. Lewat menu Developer Options, atur skala animasi Window animation scale, Transition animation scale, dan Animator duration scale dari 1x menjadi 0,5x. Perubahan ini langsung terasa pada kecepatan membuka dan menutup aplikasi.

Kedua, nonaktifkan RAM Plus. Fitur ini memakai sebagian penyimpanan internal sebagai RAM virtual, namun kecepatan baca-tulis storage tidak sebanding dengan RAM fisik. Mematikannya justru meringankan kerja pengontrol memori.

Ketiga, matikan animasi ikon di layar beranda. Masuk ke Home screen settings, lalu nonaktifkan opsi Icon animation. Efek ikon yang membesar saat aplikasi dibuka memang terlihat menarik, tapi proses render-nya menambah beban GPU.

Terakhir, batasi proses latar belakang di menu yang sama. Opsi Background process limit bisa diatur ke At most 2 processes. Cara ini memaksa sistem menutup aplikasi yang tidak aktif, sehingga RAM tidak penuh oleh aplikasi yang jarang dibuka.

Dampak yang Terasa Setelah Pengaturan Diubah

Perubahan paling signifikan terlihat saat ponsel mulai panas, misalnya ketika dipakai navigasi Waze sambil mengisi daya. Transisi antar-aplikasi tidak lagi tersendat dan keyboard muncul tanpa jeda. Baterai juga sedikit lebih hemat karena sistem tidak bekerja keras merender animasi.

Kekurangannya, aplikasi yang sering dipakai harus dimuat ulang dari awal setiap kali dibuka. Namun untuk tipe pengguna yang hanya membuka tiga sampai empat aplikasi secara bergantian, trade-off ini sepadan dengan responsivitas yang didapat.

Buat pemilik Galaxy Z Flip 5 atau perangkat Samsung lawas lain yang belum siap upgrade, kombinasi pengaturan di atas layak dicoba. Tidak perlu aplikasi tambahan, cukup beberapa menit di menu pengaturan untuk membuat ponsel terasa seperti baru lagi.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top