Pencarian

Review Samsung Galaxy Z Fold8: Snapdragon 8 Elite for Galaxy Kencang, Tapi Panas Bikin Stabilitas GPU Anjlok ke 50,8 Persen

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 09:06:31 WIB
Review Samsung Galaxy Z Fold8: Snapdragon 8 Elite for Galaxy Kencang, Tapi Panas Bikin Stabilitas GPU Anjlok ke 50,8 Persen
Samsung Galaxy Z Fold8 mencatatkan skor AnTuTu 3,26 juta poin dalam pengujian Uzone.id.

SUMATERA SELATAN — Uzone.id menguji performa Samsung Galaxy Z Fold8 lewat AnTuTu Benchmark v11, Geekbench 6, PCMark, hingga 3DMark Wild Life Stress Test. Hasilnya? Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan 2x prime-core Oryon V3 Phoenix L 4,74 GHz dan 6x performance-core 3,62 GHz memang ganas di atas kertas. Namun sistem pendinginnya punya pekerjaan rumah besar.

Skor AnTuTu 3,26 Juta: Kencang, Tapi Tidak Paling Agresif

Di AnTuTu v11, Galaxy Z Fold8 mencatatkan skor 3.264.600 poin. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu smartphone lipat tercepat yang pernah diuji, meski masih di bawah ponsel lain dengan chipset serupa. Sistem ini sengaja tidak diatur terlalu agresif demi menjaga suhu, mengingat Fold8 tidak punya vapor chamber.

Samsung mengandalkan struktur pendinginan grafit untuk mempertahankan profil ramping. Konsekuensinya terasa saat pengujian: suhu baterai menyentuh 40,5 derajat Celcius dan CPU memanas hingga 51,2 derajat Celcius. Area belakang atas dekat kamera terasa hangat saat digenggam.

Geekbench 6 dan PCMark: CPU dan Produktivitas Kelas Atas

Skor single-core 3.557 poin dan multi-core 10.931 poin di Geekbench 6 menegaskan kemampuan CPU-nya. Membuka aplikasi, berpindah menu, dan multitasking terasa instan. Untuk GPU, skor OpenCL 22.954 poin menunjukkan daya grafis besar untuk gaming dan rendering.

Di PCMark Work 3.1, skor 19.822 poin mengonfirmasi performa harian yang mumpuni. Simulasi browsing, mengedit video, dan mengolah dokumen berjalan mulus. Layar dalam 7,6 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X (resolusi 1.828 x 2.448) sangat mendukung produktivitas, apalagi saat membuka dua aplikasi bersamaan.

3DMark Stress Test: Titik Terlemah Galaxy Z Fold8

Di sinilah masalah utamanya. Pada 3DMark Wild Life Stress Test yang menjalankan 20 loop berulang, skor terbaik Galaxy Z Fold8 mencapai 22.335 poin. Namun performanya anjlok drastis ke titik terendah 11.355 poin, menghasilkan stabilitas hanya 50,8 persen.

Penurunannya cepat dan brutal. Loop pertama 22.335 poin, loop kedua langsung turun ke 19.168, loop ketiga 17.544, dan loop keempat 16.206. Memasuki pertengahan pengujian, performa GPU bertahan di kisaran terendah. Frame rate yang tercatat 46-197 FPS menunjukkan ketidakstabilan ekstrem—dari sangat mulus hingga patah-patah dalam hitungan menit.

Artinya, untuk sesi gaming kompetitif yang panjang, Fold8 akan mengalami thermal throttling signifikan. Game ringan tidak masalah, tapi judul berat seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail dengan setting tertinggi akan terasa panas dan frame rate-nya tidak konsisten setelah 10-15 menit bermain.

Fitur AI My FanCam: Pelacakan Objek Otomatis

Samsung menyematkan fitur baru bernama My FanCam yang memanfaatkan AI untuk pelacakan dan pembingkaian objek otomatis pada video. Ini nilai tambah untuk content creator yang sering merekam objek bergerak tanpa bantuan kamera operator.

Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy Z Fold8

  • Kelebihan: Skor AnTuTu tembus 3,2 juta poin, CPU single-core sangat responsif, GPU mumpuni untuk sesi singkat, layar dalam luas untuk multitasking, fitur AI My FanCam inovatif.
  • Kekurangan: Stabilitas GPU cuma 50,8 persen saat panas, tidak ada vapor chamber, bodi cepat hangat saat beban berat, performa tidak seagresif ponsel chipset serupa.

Verdict: Cepat untuk Harian, Kompromi untuk Gaming Berat

Galaxy Z Fold8 adalah ponsel lipat dengan performa CPU luar biasa untuk produktivitas dan penggunaan harian. Skor benchmark-nya konsisten tinggi di AnTuTu, Geekbench, dan PCMark. Namun, sistem pendingin berbasis grafit membuatnya kurang ideal untuk sesi gaming panjang atau rendering video berat.

Ponsel ini cocok untuk profesional yang butuh layar besar, multitasking, dan performa AI—bukan untuk gamer hardcore yang mengutamakan stabilitas frame rate. Jika prioritasmu gaming berat, ada baiknya menunggu varian dengan sistem pendingin lebih agresif atau mempertimbangkan ponsel gaming dengan vapor chamber.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: uzone.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks