PALEMBANG — Upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berlangsung alot. Sebanyak 11 personel Subsatgas Posko Tulung Selapan yang dipimpin Padal IPDA Herman Colt, S.H., dikerahkan untuk menjinakkan titik api di areal PT Samora sejak pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Kendala utama di lapangan adalah kondisi lahan gambut yang terbakar. Api yang menjalar di bawah permukaan tanah membuat proses penyisiran dan pemadaman langsung pada satu titik api tidak cukup efektif untuk menghentikan perambatan secara total.
Api di Bawah Permukaan Gambut Sulit Dipadamkan
Kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran di permukaan. Api membakar material organik di bawah tanah, sehingga sulit terdeteksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
Personel gabungan harus melakukan pembasahan secara intensif dan terus menerus untuk memastikan api benar-benar padam hingga ke lapisan dalam tanah. Operasi pemadaman ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar untuk menangani titik rawan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Polisi Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Kasatgas Ops Aman Nusa II Polda Sumsel bersama jajaran kepolisian resort terus memantau kesiapan operasional personel di lapangan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk mempercepat penanggulangan karhutla di tingkat kewilayahan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan bahwa penanganan ini diarahkan untuk menghentikan perambatan api serta menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Nandang.
Imbauan Tegas untuk Masyarakat dan Korporasi
Polda Sumatera Selatan mengimbau masyarakat dan pihak korporasi meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Sumatera Selatan.
"Masyarakat juga diminta segera melapor kepada posko terdekat apabila menemukan tanda-tanda karhutla agar dapat ditangani dengan cepat," tuturnya.
Kehadiran personel di lokasi kebakaran menjadi bagian dari upaya penanganan titik rawan karhutla. Operasi penanganan karhutla terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah dampak kabut asap yang lebih luas bagi kesehatan warga dan aktivitas penerbangan di Sumatera Selatan.