PALEMBANG — Aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan kembali memicu kabut asap tebal yang menyelimuti Palembang. Berdasarkan pantauan citra satelit yang diunggah akun media sosial @infogempadunia, titik panas di kawasan Cengal, OKI, mulai meningkat sejak 21 Agustus 2026.
Area yang terbakar secara visual diperkirakan mencapai sekitar 20 kilometer persegi. Dampaknya langsung terasa di ibu kota provinsi, dengan jarak pandang yang menurun drastis dan kualitas udara yang memburuk.
Kebakaran Gambut Sulit Ditangani, Api Merambat di Bawah Tanah
Kekhawatiran utama dari karhutla di Cengal adalah sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut. Ketika gambut mengalami kekeringan, api dapat lebih mudah menyebar dan bertahan dalam waktu lama.
Berbeda dengan kebakaran lahan biasa, karhutla di kawasan gambut memiliki karakteristik yang sulit ditangani. Api tidak selalu terlihat sebagai kobaran besar di permukaan, karena dapat merambat dan membakar lapisan gambut di bawah permukaan tanah.
Jembatan Ampera Hilang Ditelan Pekatnya Asap
Parahnya kondisi udara di Palembang membuat sejumlah ikon kota tak terlihat jelas. Jembatan Ampera, misalnya, dilaporkan hilang ditelan pekatnya asap yang menyelimuti kawasan sekitar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kota atau provinsi mengenai langkah penanganan darurat atas memburuknya kualitas udara ini.