Pencarian

Eksploit GeForce NOW Buka Akses Penuh Windows Desktop, GPU 48GB VRAM Bisa Dipakai untuk AI Lokal

Selasa, 11 Agustus 2026 • 01:07:01 WIB
Eksploit GeForce NOW Buka Akses Penuh Windows Desktop, GPU 48GB VRAM Bisa Dipakai untuk AI Lokal
Seorang modder membobol batasan GeForce NOW untuk mengakses desktop Windows penuh dan menjalankan model AI lokal.

SUMATERA SELATAN — Layanan cloud gaming GeForce NOW dari Nvidia kembali menjadi sorotan. Seorang modder dengan nama Zortos menemukan cara untuk membobol batasan sistem dan mendapatkan kendali penuh atas desktop Windows di balik layanan streaming game tersebut. Alih-alih sekadar bermain game, ia menggunakan akses ini untuk menjalankan model AI lokal seperti Gemma 4 31B dengan kecepatan 41 token per detik (TPS) pada tier Ultimate.

Temuan ini diunggah Zortos melalui akun X (Twitter) miliknya pada 7 Agustus 2026. Video demonstrasi menunjukkan ia berhasil menginstal Wallpaper Engine dan mengkustomisasi taskbar, sesuatu yang seharusnya tidak mungkin dilakukan di lingkungan GeForce NOW yang dirancang khusus untuk gaming.

Bagaimana Celah Ini Bisa Dieksploitasi?

Metode yang digunakan terbilang sederhana namun cerdik. Zortos memanfaatkan game berlabel Install-to-Play (I2P) dari Steam, dalam kasus ini game Trove. Ia membuka browser bawaan melalui nama publisher, lalu mengarahkan ke drive C: untuk mengakses folder steamapps yang baru dibuat.

Langkah berikutnya adalah menyalin path file executable utama Trove, lalu menggantinya dengan file modifikasi buatan modder lain bernama dpadGuy. File tiruan ini menipu Steam agar mengira pengguna sedang meluncurkan Trove, padahal sebenarnya file tersebut membuka desktop Windows secara utuh.

Spesifikasi Hardware di Balik Tier Ultimate

Yang membuat eksploit ini menarik adalah spesifikasi hardware yang tersedia di tier Ultimate GeForce NOW. Pengguna mendapatkan akses ke GPU RTX Pro 6000D dengan VRAM 48GB, jauh lebih besar dari kartu grafis konsumen kelas atas sekalipun.

Kapasitas VRAM sebesar itu sebenarnya sangat ideal untuk menjalankan model bahasa besar (LLM) lokal. Namun Zortos sendiri mengakui bahwa menjalankan AI secara konsisten di platform ini kurang masuk akal karena adanya batas durasi sesi (session rate limits) yang diberlakukan Nvidia.

Risiko dan Konsekuensi bagi Pengguna

Perlu ditegaskan bahwa metode ini melanggar Ketentuan Layanan (ToS) GeForce NOW. Nvidia memasarkan layanannya khusus untuk gaming, bukan sebagai cloud PC serba guna seperti Shadow PC. Konsekuensinya, akun yang ketahuan memanfaatkan celah ini berisiko dibanned permanen.

Beberapa pengguna melaporkan pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang sesinya langsung ditutup paksa saat File Explorer terbuka, sementara yang lain mengalami pemblokiran saat mencoba mengunduh file—langkah yang diperlukan untuk mengganti executable. Zortos mengklaim eksploit ini masih berfungsi di akunnya, dan jika pengguna mengaktifkan persistent storage, akses desktop akan tetap aktif antar sesi.

Perspektif Etis dan Kesiapan Pengguna Indonesia

Dari sisi etika, situasi ini berada di area abu-abu. Pengguna membayar untuk menyewa hardware, namun Nvidia membatasi penggunaannya hanya untuk gaming. Pertanyaan apakah pengguna berhak memanfaatkan sumber daya yang sudah dibayar untuk keperluan lain, menjadi perdebatan tersendiri.

Bagi pengguna di Indonesia, perlu dicatat bahwa eksploit ini membutuhkan langganan berbayar GeForce NOW. Tier Ultimate sendiri belum tersedia resmi di Indonesia, sehingga pengguna lokal yang ingin mencoba harus menggunakan akun dari negara lain yang didukung—menambah lapisan risiko tambahan berupa potensi pemblokiran lintas wilayah.

Pada akhirnya, meskipun eksploit ini membuka kemungkinan baru yang menarik, risikonya jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Kehilangan akses ke akun GeForce NOW yang sudah berlangganan bukanlah harga yang sepadan untuk sekadar mencoba menjalankan AI lokal di cloud.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks