PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengandalkan satuan tugas udara. BPBD Sumsel telah mengajukan permohonan bantuan helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pemadaman di titik-titik api yang sulit dijangkau.
“BNPB akan bertahap mengirimkan empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Jumlah bantuan helikopter ini akan menyesuaikan dengan kondisi kejadian di lapangan,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Kamis (14/5/2026).
Jumlah armada udara itu akan ditambah jika terjadi peningkatan kejadian karhutla di wilayah Sumsel. Saat ini, proses pemadaman dari udara sudah mulai dilakukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Rawas.
Banyuasin Jadi Daerah Kelima yang Siaga Karhutla
Status siaga karhutla di Banyuasin resmi berlaku mulai 13 Mei hingga 30 November 2026. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hingga musim hujan tiba. “Banyuasin baru menetapkan status siaga karhutla, jadi saat ini sudah lima daerah di Sumsel yang berstatus siaga,” kata Sudirman.
Sebelumnya, status serupa telah ditetapkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga di tingkat provinsi dan menggelar apel siaga nasional di Griya Agung Palembang sebagai bagian dari kesiapsiagaan.
Daerah Gambut Jadi Prioritas, Tujuh Kabupaten Lain Belum Siaga
Lima daerah yang telah siaga merupakan wilayah rawan karhutla yang hampir setiap tahun mengalami kebakaran, terutama di kawasan gambut seperti OKI, Muba, dan Banyuasin. BPBD Sumsel mendorong daerah rawan lainnya untuk segera menyusul.
“Kita juga terus mendorong agar daerah rawan karhutla lainnya menetapkan status siaga pada Mei ini, sesuai arahan saat apel siaga yang lalu,” jelas Sudirman.
Adapun tujuh kabupaten yang belum menetapkan status siaga adalah Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan.