OKU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur memulai Gerakan Tanam (Gertam) padi serentak pada Selasa (19/5/2026) di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur. Inisiatif ini merupakan respons terhadap ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi akan mempengaruhi produktivitas pertanian.
Bupati OKU Timur, Lanosin, memimpin langsung kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Ia menyatakan optimisme bahwa gerakan ini mampu mencapai target ambisius daerah.
“Melalui Gerakan Tanam ini, kita optimis mampu mencapai target produksi padi tahun 2026 sebesar 1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) di wilayah OKU Timur,” ujar Lanosin.
Sinergi Forkopimda dan Petani Jadi Kunci
Kegiatan penanaman melibatkan seluruh elemen pemerintahan dan aparat keamanan. Hadir dalam acara tersebut Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, Kapolres OKU Timur yang diwakili Kapolsek Buay Madang Timur Iptu Swisspo, serta perwakilan Kajari OKU Timur Sosor A Pangabean.
Gerakan ini tidak hanya seremonial. Setelah koordinasi virtual bersama, Bupati dan jajaran Forkopimda langsung turun ke lahan basah persawahan untuk menanam bibit padi secara simbolis. Dinas Pertanian dan para penyuluh lapangan juga diterjunkan untuk mendampingi petani.
Mengapa Gerakan Ini Mendesak?
El Nino membawa risiko gagal panen akibat kekeringan panjang di sejumlah wilayah sentra padi. Dengan memulai tanam lebih awal dan serentak, Pemkab OKU Timur berharap siklus tanam bisa selesai sebelum puncak musim kering tiba. Langkah ini juga untuk memastikan ketersediaan air irigasi dapat dikelola bersama.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan kelompok tani setempat menjadi pilar utama dalam menyukseskan program ini. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga berakhir pada pukul 11.30 WIB.