Pencarian

Hadapi El Nino, Pemkab OKU Timur Canangkan Gerakan Tanam Padi Serentak, Target Produksi 1 Juta Ton Gabah di 2026

Selasa, 19 Mei 2026 • 15:11:13 WIB
Hadapi El Nino, Pemkab OKU Timur Canangkan Gerakan Tanam Padi Serentak, Target Produksi 1 Juta Ton Gabah di 2026
Bupati OKU Timur Lanosin memimpin Gerakan Tanam padi serentak di Desa Srikaton sebagai antisipasi El Nino.

OKU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur memulai Gerakan Tanam (Gertam) padi serentak pada Selasa (19/5/2026) di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur. Inisiatif ini merupakan respons terhadap ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi akan mempengaruhi produktivitas pertanian.

Bupati OKU Timur, Lanosin, memimpin langsung kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB. Ia menyatakan optimisme bahwa gerakan ini mampu mencapai target ambisius daerah.

“Melalui Gerakan Tanam ini, kita optimis mampu mencapai target produksi padi tahun 2026 sebesar 1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) di wilayah OKU Timur,” ujar Lanosin.

Sinergi Forkopimda dan Petani Jadi Kunci

Kegiatan penanaman melibatkan seluruh elemen pemerintahan dan aparat keamanan. Hadir dalam acara tersebut Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, Kapolres OKU Timur yang diwakili Kapolsek Buay Madang Timur Iptu Swisspo, serta perwakilan Kajari OKU Timur Sosor A Pangabean.

Gerakan ini tidak hanya seremonial. Setelah koordinasi virtual bersama, Bupati dan jajaran Forkopimda langsung turun ke lahan basah persawahan untuk menanam bibit padi secara simbolis. Dinas Pertanian dan para penyuluh lapangan juga diterjunkan untuk mendampingi petani.

Mengapa Gerakan Ini Mendesak?

El Nino membawa risiko gagal panen akibat kekeringan panjang di sejumlah wilayah sentra padi. Dengan memulai tanam lebih awal dan serentak, Pemkab OKU Timur berharap siklus tanam bisa selesai sebelum puncak musim kering tiba. Langkah ini juga untuk memastikan ketersediaan air irigasi dapat dikelola bersama.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan kelompok tani setempat menjadi pilar utama dalam menyukseskan program ini. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga berakhir pada pukul 11.30 WIB.

Bagikan
Sumber: suarapublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks