Pencarian

Hutama Karya Teken Nota Kesepahaman dengan BKPM, Jalan Tol Integrasi Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Mulai Dirancang

Rabu, 20 Mei 2026 • 17:18:52 WIB
Hutama Karya Teken Nota Kesepahaman dengan BKPM, Jalan Tol Integrasi Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Mulai Dirancang
Penandatanganan nota kesepahaman antara Hutama Karya dan BKPM untuk rancang jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru.

JAKARTA — Rencana integrasi jalan tol menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Banyuasin, memasuki babak baru setelah PT Hutama Karya (Persero) bersama enam instansi lainnya menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (13/5). Kesepakatan ini melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, PT Danantara Asset Management, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Peran Masing-Masing Pihak dalam Nota Kesepahaman

Dalam nota kesepahaman tersebut, setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas sesuai kewenangannya. Mulai dari dukungan kebijakan, fasilitasi investasi, sinkronisasi tata ruang, hingga studi pengusahaan jalan tol. PT Bukit Asam, misalnya, akan menyediakan potensi demand angkutan batu bara, sementara Pelindo fokus pada pengembangan infrastruktur kepelabuhanan. Hutama Karya bertindak sebagai pelaksana utama pembangunan jalan tol integrasi.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi, bersama Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ichsan Zulkarnaen, Sekda Sumatra Selatan Edward Candra, dan perwakilan dari Kementerian PU, Danantara, Bukit Asam, serta Pelindo. Acara disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu dan Dirut Hutama Karya Koentjoro.

Wamen Investasi: Hilirisasi Butuh Ekosistem Logistik yang Kuat

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa penguatan konektivitas merupakan prasyarat penting dalam strategi investasi nasional, khususnya hilirisasi. Menurutnya, hilirisasi tidak cukup hanya dengan ketersediaan sumber daya alam, tetapi harus ditopang oleh logistik, pasokan energi, dan infrastruktur yang efisien.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari penyempurnaan rencana besar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat sebagai pelabuhan internasional sekaligus simpul hilirisasi di Sumatra Selatan. Integrasi jalan tol menuju Tanjung Carat diharapkan dapat mendekatkan akses ke sumber-sumber komoditas, memperkuat koneksi dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatera, serta melengkapi moda logistik yang sudah ada, baik sungai, kereta api, maupun pelabuhan,” ujar Todotua.

Proyek Strategis Nasional yang Sudah Disiapkan Lahan

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Candra, menyebut bahwa rencana ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah diinisiasi sejak beberapa periode kepemimpinan gubernur. Ia menekankan bahwa Pelabuhan Tanjung Carat masih menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), lahannya telah disiapkan, dan skema pembangunannya terus dibahas.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendukung penuh kerja sama strategis ini, termasuk dalam memfasilitasi kebutuhan serta penyelesaian hambatan,” kata Edward. Integrasi jalan tol dinilai krusial karena akan memperkuat koneksi antara kawasan industri, tambang batu bara, dan perkebunan seperti karet serta kopi di Sumatra Selatan dengan pelabuhan internasional baru tersebut.

Bagikan
Sumber: mabesnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks