PALEMBANG — Alat berat ekskavator yang tengah mengerjakan proyek galian saluran air di Palembang tanpa sengaja menghantam pipa distribusi Perumda Tirta Musi. Akibatnya, suplai air bersih ke ribuan pelanggan di kawasan Alang-Alang Lebar terhenti total selama hampir dua hari.
Pipa 6 Inci Robek, Distribusi dari Dua Sumber Dihentikan
Manager Unit Pelayanan Alang-Alang Lebar Perumda Tirta Musi, M Nuridho, mengatakan pipa berdiameter 6 inci yang menjadi sasaran alat berat merupakan jalur distribusi utama. Titik kebocoran berada tepat di area sekat distribusi yang menghubungkan dua sumber suplai, yakni Perumnas Raya dan Asrama Haji.
"Begitu mendapat informasi adanya kebocoran akibat galian proyek, kami langsung melakukan penutupan aliran untuk mempercepat proses penanganan," ujarnya.
Karena posisi kebocoran strategis, pengaliran dari kedua jalur tersebut terpaksa dihentikan bersamaan. Hal ini membuat wilayah terdampak lebih luas dari perkiraan awal.
Perbaikan Berlangsung 1x24 Jam, Tersisa Rembesan yang Wajib Ditambal
Proses perbaikan awal memakan waktu sekitar satu hari penuh. Namun setelah dinyatakan selesai, petugas masih menemukan titik rembesan kecil di area yang sama. Perumda Tirta Musi kemudian melakukan perbaikan lanjutan selama lima jam hingga tekanan pipa benar-benar aman.
"Setelah diperbaiki ternyata masih ada titik rembesan, sehingga kami lakukan perbaikan ulang agar pengaliran benar-benar aman dan normal," kata Nuridho.
Selama masa perbaikan, perusahaan mengerahkan mobil tangki dan tedmond untuk melayani pelanggan yang membutuhkan pasokan air darurat. Layanan tersebut bisa diakses melalui call center Perumda Tirta Musi.
Kerugian Air Capai 11.000 Meter Kubik, Pelaksana Proyek Dimintai Tanggung Jawab
Perumda Tirta Musi mencatat potensi kehilangan distribusi air mencapai 10.000 hingga 11.000 meter kubik selama penghentian aliran. Angka ini menjadi kerugian operasional yang tidak sedikit bagi perusahaan pelat merah tersebut.
Nuridho menambahkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait sudah dilakukan. Sebagian tanggung jawab kerusakan akibat proyek pihak lain itu telah ditangani oleh pelaksana proyek. Pihaknya juga memastikan distribusi air kini sudah kembali normal, dengan waktu normalisasi tekanan hanya sekitar satu jam setelah perbaikan rampung.
Perumda Tirta Musi menyampaikan permohonan maaf resmi kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi akibat insiden proyek galian tersebut.