SUMATERA SELATAN — Presiden Prabowo Subianto memperingatkan praktik pemanfaatan sumber daya alam oleh pihak tertentu yang dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas. Dalam kunjungan kerjanya ke kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026), ia menegaskan pengelolaan kekayaan negara harus dilakukan secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
"Sekarang kekayaan-kekayaan kita harus kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan pihak tertentu atau negara tertentu," ujar Presiden di hadapan para petambak dan jajaran pemerintah daerah setempat.
Swasembada Beras dan Jagung Sudah Tercapai, Target Daging Masih Dikerjakan
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas pangan strategis. Capaian tersebut dinilai penting di tengah ketidakpastian global akibat konflik di berbagai kawasan dunia.
"Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung. Protein kita seperti telur dan ayam relatif aman. Untuk daging masih kita kerjakan dan targetnya beberapa tahun ke depan bisa tercapai," kata Presiden.
Pemerintah, menurut Presiden, terus memperkuat sektor peternakan untuk memenuhi kebutuhan protein nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ketahanan nasional yang lebih luas, mencakup bidang pangan dan pertahanan negara.
Kebocoran Sumber Daya Jadi Perhatian Serius Pemerintah
Presiden Prabowo kembali menyinggung pidatonya di hadapan MPR RI pada 20 Mei 2026 lalu. Ia menegaskan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya yang harus segera dihentikan.
"Kekayaan bangsa harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang," tegas Presiden.
Ia menambahkan, dirinya bersama jajaran pemerintah akan bekerja keras untuk menutup seluruh celah kebocoran kekayaan negara. Komitmen ini, menurut Presiden, menjadi fondasi penting menuju Indonesia yang lebih kuat dan mandiri di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Panen Raya Udang di Kebumen Jadi Simbol Kedaulatan Pangan
Kegiatan panen raya udang di kawasan tambak Kebumen dipilih sebagai lokasi penyampaian pernyataan Presiden. Kawasan BUBK tersebut menjadi salah satu contoh pengelolaan sumber daya kelautan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Presiden meninjau langsung proses sortir hasil panen dan berdialog dengan para petambak. Ia menilai keberhasilan panen udang di Kebumen membuktikan bahwa pengelolaan sumber daya alam secara mandiri mampu memberikan hasil yang optimal bagi kesejahteraan rakyat.
Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus mendorong pengembangan kawasan serupa di daerah lain. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.