MUSI BANYUASIN — PEP Zona 4 berhasil menembus cadangan minyak baru di blok yang selama ini terpisah dari produksi utama. Sumur MJ-169 yang ditajak pada 3 Mei 2026 itu langsung menunjukkan hasil signifikan saat uji alir awal pada 19 Mei 2026. Angka 1.857 barel per hari ini menjadi titik terang bagi target produksi Lapangan Ramba tahun ini yang dipatok 4.453 BOPD.
Blok Terisolasi yang Kini Berproduksi
Sumur MJ-169 berada di area yang disebut new pool compartment Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya. Area ini merupakan akumulasi hidrokarbon baru yang terisolasi dari blok existing—Blok Central Mangunjaya—oleh patahan penyekat atau fault sealing. Artinya, selama ini minyak di blok tersebut tidak terdeteksi karena terperangkap secara geologis.
Keberhasilan ini tidak instan. Pengembangan sumur diusulkan berdasarkan data 3D Seismik MANJA yang diakuisisi pada 2024. Target pengeboran diarahkan ke reservoir batupasir PLB-G dengan konsep stratigrafi play. Hasilnya, reservoir tersebut masih bertekanan virgin—belum pernah tersentuh produksi sebelumnya.
Dukungan dari Regulator dan Masyarakat
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, mengapresiasi kerja tim PEP Zona 4. Menurutnya, capaian ini memberikan peran luar biasa bagi produksi migas di wilayah Sumatera Bagian Selatan. “Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya ini merupakan new pool compartment yang dipisahkan dengan fault sealing dengan area kompartemen MJ existing,” jelasnya.
Proses pengeboran juga melibatkan sosialisasi kepada pemangku kepentingan setempat. Pada 16 April 2026, Tim Relations PEP Zona 4 menggelar pertemuan di Mangunjaya yang dihadiri Camat Babat Toman Darwin, Lurah Mangun Jaya Fitriya, serta perwakilan Danramil dan Polsek Babat Toman. Dukungan warga sekitar menjadi faktor penting kelancaran operasi.
Target Produksi dan Langkah Selanjutnya
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menyatakan keberhasilan Sumur MJ-169 membuka peluang pengembangan baru di kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya. “Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan secara terukur dan berkelanjutan untuk memaksimalkan volume produksi,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Dengan tambahan produksi dari sumur ini, PEP Zona 4 optimistis target tahun 2026 sebesar 4.453 BOPD dapat tercapai. Langkah berikutnya adalah menindaklanjuti temuan ini dengan pengeboran sumur pengembangan di blok yang sama demi menjaga ketahanan energi nasional.