SUMATERA SELATAN — Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait, didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto serta Kepala BPS Amalya Adininggar Widyasanti, menyambangi rumah warga di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan. Rumah tersebut telah dihuni sejak 1984 dan tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Rumah Lapuk di Bantul Jadi Simbol Ketimpangan Program
Kondisi rumah yang masih berdinding anyaman bambu dan tanpa fondasi semen ini belum pernah tersentuh perbaikan selama puluhan tahun. Dalam dialog dengan penghuni rumah, Mendagri menyampaikan rasa syukur karena akhirnya mendapat bantuan melalui program BSPS.
"Alhamdulillah," ujar Tito saat meninjau rumah tersebut.
Alokasi 15.000 Unit untuk Daerah Perbatasan
Mendagri menjelaskan, program BSPS tidak hanya menyasar rumah tidak layak huni di perkotaan dan pedesaan. Pemerintah juga mengalokasikan 15.000 unit untuk 40 lebih kabupaten perbatasan yang selama ini jarang tersentuh pembangunan.
"Jadi [Menteri PKP] Pak Ara sudah mengalokasikan 15.000 untuk daerah perbatasan. Ada 40 lebih kabupaten perbatasan yang selama ini mungkin jarang tersentuh," ujar Mendagri.
Pembangunan di Perbatasan untuk Pertahanan Negara
Tito menegaskan, pembangunan rumah tidak layak huni di daerah perbatasan bukan hanya untuk pemerataan. Kebijakan ini bertujuan memperkuat pertahanan negara melalui penguatan rasa cinta Tanah Air masyarakat setempat.
Mendagri bersama Menteri PKP telah mengunjungi langsung rumah tidak layak huni di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang baru diterjang banjir bandang. Sekitar 600 rumah di sana kini tengah dalam proses perbaikan melalui program BSPS.
"Kena banjir bandang ratusan rumah rusak. Itu sudah kita datangin dan program itu (BSPS) hampir 600-an rumah di sana, sekarang [pelaksanaan programnya] lagi jalan," ujarnya.
Dialog Virtual dan Peresmian Simbolis
Setelah peninjauan, rombongan berdialog secara virtual dengan sejumlah penerima bantuan BSPS di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, dilakukan peresmian secara simbolis pelaksanaan Program BSPS di wilayah tersebut.
Program BSPS merupakan bantuan pemerintah untuk mendorong masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kualitas hunian secara swadaya. Bantuan ini diberikan dalam bentuk stimulan perbaikan rumah, bukan pembangunan baru.