PALEMBANG — Operasi Patuh Musi 2026 resmi berjalan sejak Senin (8/6) dan akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan ini digelar serentak oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan di seluruh wilayah hukum Sumsel.
Operasi tahunan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Pendekatan yang digunakan meliputi preemtif, preventif, dan penegakan hukum terintegrasi.
Sembilan Sasaran Prioritas yang Ditindak
Polisi menindak tegas secara humanis dan profesional terhadap sembilan jenis pelanggaran yang menjadi prioritas operasi. Selain razia langsung di lapangan, pengawasan juga dilakukan melalui kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Berikut daftar lengkap sasaran Operasi Patuh Musi 2026:
- Pengendara tidak menggunakan helm SNI dan safety belt
- Pengendara di bawah umur
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Berboncengan lebih dari satu orang
- Knalpot tidak sesuai spesifikasi standar kendaraan
- Berkendara dalam pengaruh alkohol
- Kendaraan over dimensi overload
- Berkendara melebihi batas kecepatan
- Melawan arus
Sosialisasi Digencarkan Sejak Pekan Lalu
Ditlantas Polda Sumsel telah melakukan sosialiasi melalui media sosial, salah satunya unggahan di akun Instagram @ditlantassumsel_official pada 4 Juni 2026. Personel Satgas Preemtif juga turun langsung ke jalan memberikan edukasi kepada pengemudi roda dua dan empat.
Masyarakat diimbau untuk memahami prosedur kepolisian saat operasi berlangsung. Beberapa langkah yang disarankan antara lain tetap tenang saat dihentikan petugas, mematuhi perintah yang diberikan, serta menyiapkan dokumen kendaraan dan identitas diri.
Prioritas Utama: Keselamatan dan Ketertiban
Menurut informasi dari laman Polres Pohuwato yang dirujuk dalam pengumuman resmi, warga juga diminta untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain. Jika ada indikasi bahaya, segera menjauh dari kerumunan dan mencari tempat aman.
Memberi ruang kepada petugas untuk bekerja secara maksimal juga menjadi hal penting. Polisi memastikan setiap tindakan dilakukan secara profesional dan humanis selama operasi berlangsung.